Scroll Untuk Lanjut Membaca

SULTENG, BTN — Dugaan mandeknya pelaporan dan koordinasi perkembangan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti kinerja Kepala Regional (KAREG) Sulawesi Tengah berinisial A. Kamis 13/08/2026

Informasi yang diterima menyebut perkembangan SPPG Ponding-Ponding dan Sambiut diduga belum tersampaikan secara optimal kepada pihak terkait. Bahkan, persoalan tersebut disebut baru terungkap setelah mitra dan yayasan melakukan konfirmasi langsung ke Jakarta.

Jika benar, kondisi ini menjadi pertanyaan serius: mengapa pihak mitra harus turun langsung ke pusat jika fungsi koordinasi dan pelaporan regional berjalan sebagaimana mestinya?

Ini bukan sekedar persoalan administrasi. Mandeknya informasi dapat menghambat pengambilan keputusan, kesiapan dapur, koordinasi mitra, distribusi, hingga pelayanan kepada penerima manfaat.

BGN harus turun tangan. Jangan hanya menunggu persoalan membesar. Lakukan verifikasi terhadap seluruh laporan SPPG Ponding-Ponding dan Sambiut, periksa alur komunikasi, dokumen pelaporan, serta kinerja KAREG.

Jika terbukti terjadi kelalaian atau pelanggaran mekanisme kerja, tindakan tegas dan evaluasi kinerja wajib dilakukan sesuai ketentuan. Sebaliknya, jika tudingan tidak benar, A harus diberikan ruang untuk membuktikannya melalui dokumen dan klarifikasi resmi.

Publik membutuhkan jawaban sederhana: apa yang dilaporkan, kapan dilaporkan, kepada siapa, dan mengapa pusat masih harus mencari informasi secara langsung?

Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat. Karena itu, jangan biarkan lemahnya koordinasi menjadi alasan mandeknya pelayanan. Jika lalai, evaluasi dan tindak tegas. Jika tidak benar, buktikan dengan data.

Catatan: Informasi ini masih berupa dugaan dan memerlukan verifikasi. Pihak berinisial A dan pihak terkait lainnya memiliki hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan jurnalistik.