Oleh.Berantastipikorews.co.id
JAKARTA – BTN 03/01/2026-Program “Listrik Pintar” yang digadang-gadang pemerintah sebagai solusi modernisasi energi kini menuai kritik tajam. Alih-alih memberikan kemudahan, sistem meteran prabayar ini dituding menjadi kedok “perampokan” halus terhadap isi dompet rakyat kecil. Istilah “Pintar” yang disematkan pada perangkat tersebut kini dipertanyakan: Apakah pintar mengelola energi, atau justru pintar memanipulasi angka?
Jeritan pelanggan bukan tanpa alasan. Masyarakat seringkali terperangkap dalam ekspektasi bahwa membeli token seharga Rp50.000 berarti mendapatkan nilai yang setara di meteran mereka. Namun faktanya, angka yang tertera setelah pengisian seringkali merosot tajam hingga ke angka 32-an. Begitu pula pembelian Rp20.000 yang hanya menyisakan angka belasan di layar meteran.12 ribuan anehkan?
Fenomena ini menciptakan persepsi adanya korupsi terselubung yang masif. Rakyat merasa dikelabui oleh sistem yang tidak transparan. Jika pemerintah melabeli ini sebagai “Listrik Pintar”, maka kepintarannya telah melampaui batas kewajaran hingga mampu “menyunat” hak pelanggan tanpa penjelasan yang jujur di depan mata masyarakat awam.
Masalah utamanya adalah jurang informasi. PLN dan Pemerintah seolah membiarkan masyarakat kebingungan membedakan antara Nominal Rupiah, Biaya Administrasi, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), dan konversi nilai kWh. Akibatnya, rakyat merasa dibohongi secara sistematis setiap kali mereka menekan tombol angka di meteran yang “cerewet” itu.
”Sangat miris melihat PLN merugikan rakyat secara terang-terangan. Jangan sampai julukan Listrik Pintar hanya merujuk pada pintarnya mesin ini berbunyi saat pulsa habis, tapi juga ‘pintar’ menipu pelanggan dengan hitungan yang tidak masuk akal bagi orang kecil.”
Memasuki tahun 2026, sudah saatnya pemerintah melakukan audit total terhadap sistem digitalisasi ini. Publik dengan tegas meminta.
Revisi Format Penjualan,Jika rakyat membeli Rp50.000, maka skema harga harus dibuat transparan sejak awal transaksi, bukan dipotong secara misterius di dalam mesin.
Evaluasi Meteran,Pastikan tidak ada “kebocoran” sistem yang merugikan pelanggan secara sepihak.
Edukasi Jujur,PLN harus berhenti bersembunyi di balik istilah teknis yang rumit dan mulai berbicara jujur kepada rakyat mengenai ke mana perginya setiap rupiah yang mereka setorkan.
Jangan biarkan program unggulan ini menjadi monumen kegagalan integritas. Listrik adalah hajat hidup orang banyak, bukan ladang untuk memeras rakyat dengan dalih teknologi pintar. Saatnya “Kepintaran” Meteran Listrik Diperbaiki, Bukan Justru Membodohi!
#ListrikPintarAtauPintarNipu, #TransparansiPLN, atau #RakyatGugatPLN.






