KODI UTARA – BTN 18/01/2026-Rasa aman di wilayah hukum Sumba Barat Daya, khususnya di Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, tampaknya kini menjadi barang mahal. Kasus kriminalitas jalanan kembali pecah dan memakan korban. Kali ini, keganasan pelaku begal menyasar istri seorang Kepala Dusun yang baru saja pulang mencari nafkah.
Peristiwa pilu ini menimpa Mama Kenso, seorang karyawan Hotel Arya Sumba, pada Jumat (16/01/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Berdasarkan data yang dihimpun tim Berantastipikornews.co.id, korban dicegat oleh orang tak dikenal saat sedang melintasi jalan di wilayah Desa Hameli Ate.
Aksi nekat pelaku terjadi di tengah hari bolong, menunjukkan betapa nyalinya para kriminal ini seolah tidak lagi gentar dengan hukum. Korban yang tengah mengendarai sepeda motornya dipaksa berhenti oleh seorang pemuda. Tanpa basa-basi, pelaku mengintimidasi korban untuk turun dan merampas kendaraan tersebut.
Yang memilukan, dalam kondisi tertekan, korban sempat memohon kepada pelaku agar setidaknya telepon genggam (HP) miliknya dikembalikan untuk komunikasi. Namun, pelaku tanpa ampun langsung menggasak motor korban dan melarikan diri ke arah yang belum teridentifikasi.
Menanggapi warganya yang menjadi korban, Kepala Desa Hameli Ate, Oktavianus Bengo Daha, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya. Saat ditemui di tengah penyaluran bantuan beras bagi warga, Sabtu (17/01), Oktavianus menegaskan bahwa tindakan ini adalah penghinaan terhadap ketenangan desanya.
”Saya naik pitam mendengar istri dari perangkat desa saya menjadi korban perampokan. Saya tegaskan, pelaku kejahatan ini bukan warga Desa Hameli Ate. Ini orang luar yang masuk dan merusak keamanan di wilayah kami!” tegas Oktavianus dengan nada tinggi kepada awak media.
Kejadian ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kodi Utara. Namun, masyarakat kini bertanya-tanya, Sampai kapan jalanan di Kodi Utara menjadi ladang empuk bagi para perampok?
Insiden ini bukan sekedar pencurian biasa, melainkan tamparan keras bagi aparat keamanan. Jika istri perangkat desa saja tidak aman di jalanan, bagaimana dengan warga sipil lainnya? Kehadiran polisi di titik-titik rawan sangat dinanti, bukan sekedar menerima laporan di atas meja.
Masyarakat mendesak agar pihak Kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku agar memberikan efek jera. Jangan sampai rakyat mengambil langkah sendiri karena hilangnya kepercayaan terhadap sistem keamanan yang ada.
Laporan: Tibo BTN (Kaparwil NTT)






