TUNGGALING, BANGKEP, BTN — Malam ramah tamah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Luwuk Angkatan XL di Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, haru dan kekeluargaan. (27/08/2026)
Malam tersebut menjadi ruang untuk mengucapkan syukur sekaligus mengenang perjalanan pengabdian para mahasiswa yang selama berada di Tunggaling telah berbaur bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Sejak kedatangannya, mahasiswa KKN Unismuh Luwuk mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Tunggaling. Kehadiran mereka kemudian diwarnai berbagai kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan serta gotong royong bersama masyarakat. Bahkan, mahasiswa turut terlibat dalam kegiatan pembangunan dan kepedulian sosial di desa.
Dalam malam ramah tamah itu, Kepala Desa Tunggaling, Jois Malingkas, S.Pd., mewakili Pemerintah Desa Tunggaling bersama BPD menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN Unismuh Luwuk Angkatan XL.
Jois menyampaikan apresiasi atas kehadiran, kebersamaan dan kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Tunggaling.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa bukan hanya memberikan warna baru bagi desa, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan kenangan yang akan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri.
“Atas nama Pemerintah Desa Tunggaling bersama BPD dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah hadir, berbaur dan memberikan kontribusi selama berada di desa kami,” ujar Jois.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menjalankan tugas pengabdian terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan maupun komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat dan mahasiswa.
“Kami juga memohon maaf apabila selama adik-adik berada di Tunggaling ada hal-hal yang kurang berkenan. Namanya kita hidup bersama, tentu ada kekurangan dan kesalahan. Semoga semua itu menjadi pengalaman dan pelajaran bagi kita,” tuturnya.
Dengan penuh makna, Jois menyampaikan sebuah pesan yang sederhana tetapi mendalam.
“Kesan Yang baik dibawa, yang tidak baik ditinggalkan,” ucap Jois.
Kalimat tersebut seolah menjadi pesan penutup sekaligus bekal bagi para mahasiswa untuk melanjutkan perjalanan setelah meninggalkan Desa Tunggaling.
Sebab, KKN bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja. Lebih dari itu, KKN adalah proses belajar tentang kehidupan, masyarakat, kebersamaan, tanggung jawab dan bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan secara nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Larry Anpryo Tinude (Rey), selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN Unismuh Luwuk di Desa Tunggaling, bersama seluruh rekan-rekannya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Desa Tunggaling, BPD, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang telah menerima mereka dengan tangan terbuka.
Rey mengungkapkan bahwa selama berada di Tunggaling, banyak pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Desa Tunggaling, BPD dan seluruh masyarakat yang sudah menerima kami sebagai bagian dari keluarga. Banyak hal yang kami pelajari selama berada di sini. Bukan hanya tentang program kerja, tetapi juga tentang kebersamaan, gotong royong dan kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Menurut Rey, perpisahan malam itu bukan berarti berakhirnya hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Tunggaling.
Apa yang telah terbangun selama masa KKN diharapkan tetap menjadi hubungan kekeluargaan meskipun para mahasiswa nantinya kembali ke kampus dan menjalani kehidupan masing-masing.
Malam ramah tamah pun menjadi saksi bahwa pengabdian yang dilakukan mahasiswa KKN Angkatan XL tidak berhenti pada laporan dan program kerja.
Ada kenangan yang tertinggal. Ada persahabatan yang terjalin. Ada ilmu yang dibagikan. Dan ada pelajaran kehidupan yang dibawa pulang.
Bagi Desa Tunggaling, mahasiswa KKN mungkin datang hanya untuk sementara.
Namun bagi sebagian warga, kehadiran mereka telah menjadi bagian dari cerita desa.
Dan bagi para mahasiswa, Tunggaling akan selalu menjadi tempat di mana mereka pernah belajar bahwa pengabdian bukan sekadar memberi kepada masyarakat, tetapi juga menerima pelajaran kehidupan dari masyarakat.
Malam itu akhirnya menjadi sebuah pesan sederhana:
Datang sebagai mahasiswa, pulang membawa keluarga.
Selamat melanjutkan perjalanan, mahasiswa KKN Unismuh Luwuk Angkatan XL.
Semoga setiap langkah setelah Tunggaling membawa kesuksesan, ilmu yang bermanfaat dan kehidupan yang semakin berarti.
Tunggaling mungkin menjadi tempat persinggahan dalam perjalanan kalian, tetapi kenangan tentang Tunggaling akan selalu punya tempat dalam cerita hidup kalian.
Jein.






