SALAKAN – BTN 02/03/2026-Ambisi besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan berubah menjadi horor di ruang perawatan. Bukannya memperkuat fisik generasi muda, program ini justru mengirim sedikitnya 12 siswa SDN Ambelang dan SD Tompudau ke ranjang RSUD Trikora Salakan akibat diare massal usai menenggak susu yang didistribusikan pihak sekolah.
Satgas MBG dan Yayasan Batara Annajah selaku pemasok kini berada di bawah sorotan tajam. Klaim awal yang menyebutkan siswa jatuh sakit karena mengonsumsi susu dalam kondisi “perut kosong” dinilai sebagai alibi prematur yang sangat dangkal. Jika benar susu tersebut memerlukan syarat khusus dalam konsumsinya, pertanyaannya: Di mana standar prosedur operasional (SOP) dan pengawasan di lapangan?
Absennya edukasi kepada siswa sebelum pembagian menunjukkan bahwa program ini dijalankan dengan manajemen amatir yang mengabaikan aspek keamanan pangan (food safety).
Publik kini menuntut transparansi total terhadap Dapur SPPG Yayasan Batara Annajah. Kejadian ini membuka kotak pandora mengenai kualitas kontrol yang dilakukan.
Apakah produk susu yang dibagikan telah melalui uji klinis dan laboratorium berkala sebelum diedarkan ke sekolah-sekolah?
Apakah ada pemeriksaan terhadap tanggal kedaluwarsa dan suhu penyimpanan selama proses distribusi di wilayah Tinangkung?
Apakah pihak penyedia jasa memiliki sertifikasi laik sehat yang valid untuk mengelola anggaran negara sebesar ini?
Kunjungan Ketua Tim Satgas MBG ke RSUD Trikora Salakan dianggap hanya sebagai “pemadam kebakaran” citra. Masyarakat tidak butuh dokumentasi empati di bangsal rumah sakit, masyarakat butuh pertanggungjawaban hukum dan sanksi tegas.
”Evaluasi mendalam” yang dijanjikan pemerintah akan menjadi isapan jempol belaka jika tidak ada tindakan konkret terhadap penyedia jasa. Program nasional sekelas MBG tidak boleh dijadikan ajang trial and error (coba-coba) yang mempertaruhkan nyawa anak-anak di daerah demi penyerapan anggaran.
Tragedi 12 nyawa di Tinangkung adalah alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Anggaran besar tanpa manajemen keamanan yang ketat hanya akan mengubah proyek mulia ini menjadi proyek “bagi-bagi anggaran” yang berisiko meracuni generasi bangsa.
Jika prosedur distribusi dan kualitas produksi tidak dibenahi secara total dan transparan, maka Satgas MBG telah gagal menjalankan amanah konstitusi untuk melindungi segenap bangsa Indonesia.
#BanggaiKepulauan #SkandalMBG #DaruratKesehatanAnak #BerantasKelalaian #TinangkungBerduka #KeadilanUntukSiswa
Redaksi






