AMPANA,Sulteng BTN 25- DESEMBER 2025 – Suasana di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) memanas. Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Kabupaten Tojo Una-Una mengeluarkan pernyataan sikap keras sebagai respons atas upaya pembungkaman dan kriminalisasi yang diduga dilakukan oleh kolaborasi Pemerintah Daerah dan DPRD Touna.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Nelayan Touna menilai, alih-alih menjadi pelindung rakyat, para pejabat di “Gedung Rakyat” justru bertindak seperti musuh bagi masyarakat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

​Aliansi mengecam keras segala bentuk upaya kriminalisasi terhadap nelayan. Langkah hukum yang diambil pemerintah dan DPRD dianggap sebagai bentuk kepanikan penguasa dalam menghadapi kritik.

​”Kami menganggap ini adalah pengkhianatan nyata. Pemerintah dan DPRD yang seharusnya berpihak pada rakyat, kini justru menggunakan tangan besi untuk menindas nelayan. Kami tidak akan mundur sejengkal pun!” tegas perwakilan Aliansi.

​Kemarahan massa memuncak akibat adanya tudingan keji yang menyebut bahwa peserta aksi bukanlah nelayan asli Tojo Una-Una. Tudingan ini dianggap sebagai fitnah murahan untuk mendegradasi perjuangan murni masyarakat pesisir.

“Kami adalah putra daerah yang setiap hari bertaruh nyawa di laut untuk memberi makan keluarga dan menyumbang kontribusi bagi daerah ini. Menuduh kami ‘bukan warga Touna’ adalah penghinaan terhadap martabat kami,” lanjut pernyataan tersebut.

​Terkait laporan Sekertaris Dewan (Sekwan) ke pihak kepolisian mengenai kerusakan fasilitas DPRD, Aliansi menyatakan bahwa hal tersebut adalah spontanitas kemarahan rakyat. Pemicunya adalah pernyataan provokatif Ketua DPRD Touna yang menolak menemui massa aksi, sebuah tindakan yang dianggap meludahi wajah demokrasi.

​Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Kabupaten Tojo Una-Una menegaskan,Jika satu saja kawan kami dipenjarakan karena menuntut hak, maka perjuangan ini tidak akan berhenti.

Kami pastikan gelombang massa akan berlipat ganda dan lebih besar dari sebelumnya hingga keadilan tegak di bumi Touna.

​Jangan paksa rakyat untuk terus memendam amarah, karena saat rakyat pesisir bersatu, gelombang perlawanan takkan bisa dibendung oleh jeruji besi manapun.

​Editor;Redaksi Berantastipikornews.co.id

Sumber;Aliansi Masyarakat Nelayan Pesisir Kabupaten Tojo Una-Una