Scroll Untuk Lanjut Membaca

PALU, BTN — Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Sulawesi Tengah sukses menyelenggarakan Temu Raya II di Gedung Jodjokodi Convention Center (JCC), Palu, pada Kamis, 7 Agustus 2025. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat kelembagaan BPD di seluruh Sulawesi Tengah.

Temu Raya II ini tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi di antara anggota BPD se-Sulawesi Tengah. Selain itu, kegiatan ini memperkuat fungsi dan tugas BPD sesuai dengan slogan mereka, “Berani, Cerdas, demi Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat Sulteng.”

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamajido, turut hadir dalam acara ini, bersama perwakilan Menteri Desa PDT, Ketua Umum PABPDSI Pusat Fery Radiansyah, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, anggota DPRD Provinsi, dan ribuan anggota BPD se-Sulawesi Tengah.
Ketua Umum PABPDSI Pusat, Fery Radiansyah, menyampaikan apresiasinya atas Temu Raya II yang dinilainya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Temu Raya pertama di Kabupaten Banggai. Ia menyoroti tingginya tingkat kehadiran peserta, kekompakan, dan ketertiban administrasi yang sangat baik.

“Ini menjadi pelantikan pengurus PABPDSI terbanyak kedua se-Indonesia, setelah Kalimantan Selatan,” ujar Fery. “Di Kalimantan Selatan ada 1.700 orang, nah di Sulteng ada 1.300 orang.”
Menurut Fery, keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Royke Lambidju dan rekan-rekannya yang secara konsisten menggaungkan organisasi PABPDSI di Sulawesi Tengah.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan PABPDSI di Sulawesi Tengah sangat luar biasa, terutama karena adanya dukungan dari Wakil Gubernur yang siap mendorong lahirnya Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembinaan pemerintah desa dan BPD.

Fery berpesan kepada seluruh anggota PABPDSI untuk tetap bersemangat. Ia menginformasikan bahwa PABPDSI Pusat telah berhasil memperjuangkan penambahan masa jabatan BPD selama 2 tahun dan saat ini sedang dalam proses memperjuangkan revisi peraturan pemerintah terkait tunjangan dan hal-hal lainnya.
Saran dan catatan untuk perbaikan draf berita:
* Pemilihan judul yang menarik: Judul yang baru lebih informatif dan langsung menyampaikan isi berita.
* Struktur yang logis: Informasi disusun dari hal yang paling penting (ringkasan kegiatan) ke detail pendukung lainnya.
* Gaya bahasa yang lugas dan formal: Kalimat-kalimat lebih ringkas dan langsung ke inti berita. Tidak ada lagi kalimat berulang.
* Perbaikan penulisan: Nama dan jabatan ditulis dengan lengkap dan benar di awal paragraf, lalu disingkat untuk paragraf selanjutnya. Contoh: “Ketua Umum PABPDSI Pusat, Fery Radiansyah,” menjadi “Fery,” atau “Fery Radiansyah” saja di paragraf berikutnya.
* Penggunaan kutipan efektif: Kutipan langsung dari narasumber (Fery Radiansyah) digunakan untuk memperkuat informasi dan menambah kredibilitas berita. Kutipan yang tidak perlu dihilangkan, agar tulisan lebih ringkas.
* Penghilangan kalimat yang tidak perlu: Kalimat seperti “Lanjut fery Radiansyah ini semua berkat dari Royke Lambidju dan teman-teman yang selalu menggaungkan Organisasi PABPDSI…” diubah agar lebih ringkas dan terkesan lebih formal, yaitu “Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Royke Lambidju dan rekan-rekannya…”
* Informasi yang lebih fokus: Rilis berita ini lebih fokus pada pencapaian dan tujuan acara, bukan hanya sekadar laporan kegiatan.