Berantastipikirnews.co.id
Bantan – Memasuki musim panas yang diprediksi berlangsung dari Februari hingga Juni 2025, Pemerintah Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, melalui Pj. Kepala Desa Bantan Tua, Syaiful Anwar, S.Sos, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Himbauan ini menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau yang memprediksi penurunan curah hujan di wilayah Bengkalis.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan yang dapat merusak lingkungan serta mengganggu perekonomian masyarakat, khususnya pertanian dan perkebunan, mendorong Pemerintah Desa Bantan Tua mengeluarkan beberapa arahan penting:
1. Tidak melakukan pembakaran, terutama pada musim kemarau atau saat kondisi berangin.
2. Tidak membuang benda yang mudah terbakar sembarangan, seperti puntung rokok atau barang lainnya.
3. Tidak membuka lahan baru atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
4. Segera melaporkan kejadian kebakaran hutan atau lahan kepada aparat Desa atau Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Bantan Tua untuk penanganan cepat.
Pj. Kepala Desa Bantan Tua, Syaiful Anwar, S.Sos, menegaskan pentingnya langkah preventif untuk mengantisipasi karhutla.
Lanjut Syaiful Anwar, kami meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran. Musim panas ini adalah ujian bagi kita semua, mari kita disiplin dan patuhi himbauan ini demi keselamatan bersama,” ujar Syaiful Anwar pada Sabtu, 8 Februari 2025.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap siaga dan saling membantu mengawasi wilayah sekitar, terutama pada lahan-lahan yang berpotensi mudah terbakar.
Pemerintah Desa Bantan Tua percaya bahwa kerja sama antara masyarakat, pemerintah Desa, dan pihak terkait dapat meminimalkan risiko kebakaran.
“Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. Bersama, kita jaga Desa Bantan Tua dari ancaman karhutla,” tutup Syaiful Anwar, S. Sos, Pj kepala Desa Bantan Tua,”
Kabiro Auzar






