Morut BTN 06/10/2026-Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kendati demikian, ia mengingatkan agar langkah tersebut tidak sekedar berfokus pada pemenuhan syarat administratif atau mengejar gelar akademis belaka.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wabup Djira saat membuka kegiatan Sosialisasi Program Magister (S2) Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi, serta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) S1 Administrasi Publik FISIP Universitas Tadulako (Untad) di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Senin (5/10/2026).

​Djira menekankan bahwa peningkatan kualifikasi akademik idealnya harus berbanding lurus dengan penguatan kompetensi nyata di lapangan. Hal tersebut dinilai sangat mutlak guna menghadirkan perbaikan kualitas pelayanan publik yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

​Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran civitas akademika Universitas Tadulako. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah konkret perguruan tinggi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi para aparatur di daerah.

​”Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Morowali Utara, kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako yang telah memberikan ruang bagi aparatur kita untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Informasi ini jangan berhenti di ruangan ini, tetapi diteruskan kepada ASN lainnya,” ujar Djira di hadapan peserta sosialisasi.

​Djira memaparkan bahwa dinamika dan tantangan tata kelola pemerintahan saat ini semakin kompleks dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, aparatur dinas dianggap tidak cukup lagi hanya mengandalkan rutinitas pengalaman kerja tanpa memperbarui ilmu pengetahuan dan keahlian secara berkala.

​Ia merincikan, pembenahan kualitas ASN setidaknya mencakup tiga aspek utama, yakni kompetensi teknis, manajerial, hingga sosial kultural. Jalur pendidikan formal dipandang sebagai salah satu sarana paling strategis untuk menggembleng dan mengasah ketiga dimensi kemampuan tersebut.

​Sambil bernostalgia, Djira sempat mengenang masa-masa saat dirinya menempuh studi di Universitas Tadulako pada tahun 1984 silam. Menurutnya, proses pendidikan sejati pada dasarnya membentuk karakter komprehensif yang melampaui sekedar penguasaan materi teori.

​”Pendidikan itu bukan hanya soal pengetahuan, tetapi ada ranah sikap, nilai, perilaku, dan keterampilan. Bagi ASN, keterampilan itu harus bermuara pada kemampuan memberikan pelayanan yang lebih baik sesuai tugas pokoknya,” kata Djira menegaskan.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDMD) Morowali Utara, Lolyta Sarapang, S.H., M.A.P., menyebut sosialisasi ini sebagai momentum krusial peningkatan kualitas SDM aparatur. Ia mengimbau seluruh lini organisasi perangkat daerah memanfaatkan kesempatan berharga ini secara maksimal.

​Lolyta menambahkan, Pemkab Morowali Utara siap menindaklanjuti peluang kemitraan ini ke tingkat yang lebih resmi melalui pembahasan kerja sama kelembagaan. Langkah tersebut diambil agar pemenuhan kualifikasi akademik ASN senantiasa selaras dengan kebutuhan peta jabatan di daerah.

​Tim dari FISIP Untad dalam acara tersebut memaparkan keunggulan program Magister Administrasi Publik, Magister Ilmu Komunikasi, hingga jalur RPL S1 Administrasi Publik. Penjelasan materi disampaikan langsung oleh Koordinator Prodi S2 Administrasi Publik Prof. Dr. Mustainah, M.Si., Koordinator Prodi S2 Ilmu Komunikasi Dr. Siti Murni Kaddi, M.Si., serta Ketua Senat FISIP Untad Prof. Dr. Syahruddin Hattab, M.Si.

​Skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi salah satu daya tarik utama karena memberikan pengakuan atas pengalaman kerja maupun capaian pembelajaran sebelumnya. Melalui sinergi ini, Pemkab Morowali Utara optimistis peningkatan kapasitas aparatur kelak berimbas langsung pada efisiensi birokrasi, produktivitas kerja, dan percepatan pembangunan daerah.

Kael