SUMBA BARAT DAYA, BTN — Penanganan kasus pembunuhan misterius yang menewaskan Alm. Goris Bessu dinilai jalan di tempat. Kekecewaan mendalam mendasari keluarga korban bersama unsur mahasiswa mendatangi Polres Sumba Barat Daya (SBD) untuk menuntut kepastian hukum atas peristiwa berdarah tersebut. 8/09/2026
Sikap tegas disuarakan oleh paman atau “Bapak Kecil” dari almarhum. Mewakili keluarga besar, ia secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap keseriusan pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kematian anggota keluarganya.
Menurut keluarga, ini bukan kali pertama mereka beraudiensi dengan jajaran kepolisian setempat. Namun, janji manis dan respons resmi dari pihak aparat dinilai tak pernah membuahkan hasil nyata di lapangan.
Keluarga menagih komitmen Kapolres SBD yang sempat menyebut perkara ini sebagai “Pekerjaan Rumah” (PR) prioritas institusi. Nyatanya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda signifikan terkait penetapan tersangka maupun pengungkapan pelaku utama.
Rasa frustrasi keluarga kian memuncak mengingat proses hukum sejatinya sudah berjalan. Pihak penyidik diketahui telah memeriksa sedikitnya sembilan orang saksi, tetapi kejelasan arah penyidikan justru makin kabur.
Ketidakpastian ini diperparah oleh berubah-ubahnya klaim penyidik mengenai motif kejahatan. Pihak keluarga sempat mendatangi kediaman almarhum dan mengindikasikan dua dugaan motif utama, yakni perselisihan terkait kuda dan sengketa tanah.
Atas indikasi awal tersebut, oknum aparat bahkan sempat meminta keluarga bersabar dan menahan diri karena kasus diklaim mulai menemui titik terang. Namun, optimisme itu mendadak sirnah setelah pejabat kepolisian setempat justru berbalik menyatakan bahwa motif kasus kembali “gelap”.
Pernyataan yang bertolak belakang tersebut menyulut kekecewaan mendalam bagi keluarga korban. Mereka menduga indikasi motif tanah dan kuda muncul dari keterangan sembilan saksi yang diperiksa, tetapi penanganannya mendadak berhenti tanpa alasan yang masuk akal.
Keluarga Alm. Goris Bessu kini mendesak Polres SBD untuk bekerja secara profesional dan membuka hasil penyidikan secara transparan. Sementara itu, media ini masih terus berupaya mengonfirmasi Kapolres dan Kasat Reskrim Polres SBD guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait perkembangan kasus dan kejelasan status penetapan tersangka.
Kabiro SBD, Eman Ledu.






