Scroll Untuk Lanjut Membaca

​WAINGAPU, BTN – Semangat membara untuk membangkitkan kejayaan olahraga dari bumi marapu kembali digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Melalui komitmen pembinaan yang terstruktur, kejuaraan bergengsi memperebutkan Piala Bergilir Bupati Sumba Timur Cup 2026 dipastikan akan segera menghentak panggung olahraga bela diri di daratan Sumba dalam waktu dekat. 23/06/2026

​Sesuai dengan jadwal yang telah dirilis panitia, perhelatan akbar ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, yakni pada tanggal 3 hingga 5 Juli 2026. GOR Bank NTT Waingapu dipilih menjadi saksi bisu pertarungan sengit para ksatria muda, dengan melibatkan partisipasi penuh dari seluruh dojo (tempat latihan kempo) yang tersebar di empat kabupaten se-Pulau Sumba.

​Ajang tahunan ini diproyeksikan tidak hanya sekedar menjadi arena perebutan gelar juara semata atau ajang seremonial tahunan. Lebih dari itu, Piala Bupati Cup 2026 dikonsepkan sebagai wadah pembinaan jangka panjang serta berburu talenta-talenta emas (talent scouting) yang akan digembleng untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di panggung nasional.

​Ketua Panitia melalui Wasit Pertandingan Nasional, Daniel Nani Sap, memaparkan bahwa tensi kompetisi tahun ini dipastikan akan melonjak tajam dibanding edisi sebelumnya. Panitia mencatat ada sekitar 97 nomor pertandingan yang siap disuguhkan, yang didominasi oleh nomor randori (tarung) perorangan yang terbagi dalam berbagai kategori usia produktif.

​Nomor-nomor tersebut mencakup kategori pelajar tingkat SMP, SMA/SMK, kelompok mahasiswa, hingga kategori umum untuk atlet dewasa. Selain nomor tarung yang menguras fisik, kejuaraan ini juga akan menyajikan estetika bela diri melalui nomor embu (kerapian teknik), mulai dari kategori embu solo, berpasangan putra-putri, hingga kategori beregu yang menguji kekompakan.

​“Skema pertandingan sudah kami matangkan dengan standar regulasi yang ketat. Untuk nomor embu, para peserta wajib melewati tahapan penyisihan yang ketat sebelum bisa menembus babak final, sementara untuk nomor randori kami menerapkan sistem gugur demi menjamin atmosfer kompetisi yang tinggi,” jelas Daniel Nani Sap saat memberikan keterangan teknis.

​Lebih lanjut, Daniel menambahkan bahwa untuk menjaga asas keadilan dan sportivitas (fair play), nomor randori sengit ini akan dibagi ke dalam beberapa kelas berat badan yang sangat spesifik. Pembagian kelas tersebut dimulai dari kelas teringan 35 kilogram hingga kelas terberat 65 kilogram, sehingga setiap atlet dapat bertanding secara kompetitif sesuai porsinya.

​Kejuaraan akbar yang dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh tokoh berkompeten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, dipandang oleh banyak pihak sebagai langkah taktis dan strategis. Ini adalah pondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga prestasi berkelanjutan di Sumba Timur, sekaligus menjadi filter utama penyaringan atlet menuju kejuaraan yang lebih besar.

​Melalui karpet merah turnamen inilah, para atlet terbaik yang muncul sebagai juara akan langsung masuk ke dalam radar pembinaan intensif KONI daerah. Mereka dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi kalender olahraga raksasa di masa depan, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON, hingga target tertinggi yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON).

​Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh dojo-dojo se-Pulau Sumba menjadi sinyal positif bahwa olahraga bela diri kempo telah berakar kuat di hati masyarakat. Di balik tendangan dan pukulan di atas matras, kejuaraan ini sejatinya merupakan ruang inkubasi untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, memiliki sportivitas tinggi, serta bermental juara.

​Menjelang hari H pertandingan, panitia pelaksana sangat mengharapkan dukungan penuh serta kehadiran masyarakat Sumba Timur untuk memadati GOR Bank NTT sebagai energi tambahan bagi para atlet. Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang berkualitas, Sumba Timur diyakini mampu melahirkan ksatria-ksatria tangguh yang siap mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di pentas dunia.

​Jurnalis/Laporan: Piter (Kepala Biro Sumba Timur)