Sumba Timur, BTN – Di tengah gencarnya pemerintah berbicara tentang pengembangan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, kondisi di lapangan justru menunjukkan ironi. Salah satu destinasi yang memiliki panorama alam luar biasa, Piarakuku di Desa Katiku Loku, Kecamatan Matawai Lapawu, Kabupaten Sumba Timur, hingga kini masih minim perhatian dari pemerintah daerah. 16/07/2026
Setiap hari, kendaraan yang melintasi jalur tersebut hampir selalu berhenti. Wisatawan lokal maupun mancanegara memanfaatkan lokasi itu untuk menikmati keindahan alam, beristirahat, dan mengabadikan momen. Piarakuku telah menjadi destinasi yang dikenal luas melalui media sosial dan menjadi salah satu wajah pariwisata Sumba Timur.
Namun, di balik popularitasnya, kondisi fasilitas di lokasi sangat memprihatinkan. Tidak tersedia MCK yang layak, tempat berteduh, area istirahat yang memadai, maupun fasilitas pendukung lainnya. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam mengelola aset wisata yang berpotensi meningkatkan perekonomian daerah.
Ironisnya, pemerintah sering menggaungkan promosi pariwisata, tetapi belum diimbangi dengan penyediaan fasilitas dasar di destinasi yang sudah terbukti menarik banyak pengunjung. Tanpa pengelolaan yang baik, potensi besar tersebut dikhawatirkan hanya menjadi kebanggaan sesaat tanpa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun daerah.
Masyarakat berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Timur segera mengambil langkah nyata, bukan sekadar menjadikan pengembangan pariwisata sebagai slogan. Pembangunan MCK, tempat berteduh, penataan kawasan, pengelolaan sampah, hingga penyediaan area parkir merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.
Potensi wisata bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkannya. Jika Piarakuku dibenahi secara serius, bukan tidak mungkin destinasi ini akan menjadi salah satu ikon wisata unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kini masyarakat menunggu pembuktian, apakah Pemerintah Kabupaten Sumba Timur benar-benar memiliki komitmen membangun sektor pariwisata, atau justru terus membiarkan potensi besar seperti Piarakuku berkembang tanpa arah dan tanpa dukungan yang memadai.






