SUMBA BARAT DAYA, BTN – Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang didanai pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) tahun anggaran 2025 kini menuai kecaman pedas. Proyek yang seharusnya meningkatkan taraf kesehatan warga ini justru terbengkalai dan menyisakan tumpukan material yang tak kunjung terpasang. 21/02/2026
Sorotan tajam tertuju pada ketidakadilan alokasi di Desa Karuni, Kecamatan Loura. Dari total 25 unit jamban sehat yang direncanakan, distribusi bantuan ini dinilai tebang pilih.
- Kejanggalan Alokasi: Bantuan hanya menyentuh tiga dusun, sementara warga di Dusun Empat ditinggalkan tanpa alasan yang jelas.
- Pertanyaan Publik: Muncul spekulasi mengenai sistem pendataan yang digunakan oleh pihak terkait. Mengapa satu dusun bisa “tercecer” dari program nasional ini?
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Alih-alih menjadi fasilitas sanitasi fungsional, bangunan fisik toilet yang berukuran kecil tersebut masih jauh dari kata rampung. Di bawah pengawasan Bidang Cipta Karya Dinas PU SBD, proyek ini justru terlihat seperti ditinggal begitu saja.
Beberapa material seperti septic tank kini hanya menjadi ‘pajangan’ atau hiasan di halaman rumah warga penerima manfaat. Tidak ada progres pembangunan yang berarti,” lapor kontributor di lapangan.
Kegagalan ini ternyata bukan kasus tunggal. Penelusuran menunjukkan pola serupa terjadi di desa-desa lain:
- Desa Bondo Boghila: Masih menyisakan pekerjaan rumah dari program tahun 2024 yang belum tuntas.
- Desa Loko Kalada: Warga penerima manfaat terus melayangkan kritik atas bantuan yang tak kunjung bisa digunakan.
Melihat lemahnya pengawasan di tingkat daerah, pemerintah pusat selaku pemilik program didesak untuk tidak tinggal diam. Perlu adanya monitoring ketat dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas PU SBD.
Masyarakat menuntut adanya pemeriksaan atau audit terkait alokasi anggaran dan pelaksanaan fisik di lapangan. Jangan sampai uang negara habis hanya untuk membeli material yang akhirnya terlantar menjadi barang rongsokan di depan rumah warga.
Laporan: Eman Ledu, Kabiro SBD






