BANGGAI, SULTENG, BTN – Proyek pembangunan tanggul bronjong di Desa Koyoan, Kabupaten Banggai, yang seharusnya menjadi solusi, kini berubah menjadi monumen kegagalan dan ketidakjelasan. (08/09/2025)
Proyek yang diduga dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini dieksekusi dengan cara yang licik dan tanpa transparansi, memicu kemarahan dan kecurigaan warga yang merasa ditipu.
Sejak awal, proyek ini sudah bermasalah. Tidak ada papan proyek yang lazimnya memuat informasi vital seperti anggaran, pelaksana, dan waktu pengerjaan.
Ketiadaan informasi ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga mengindikasikan adanya upaya kesengajaan untuk menyembunyikan sesuatu.
Apakah ini arogansi dari dinas terkait, atau memang ada permainan di balik layar?
*Pekerjaan Setengah Hati, Bencana di Depan Mata*
Warga Koyoan menuding proyek ini dikerjakan setengah hati dan tidak sesuai kebutuhan.
Tanggul bronjong yang dibangun dinilai rapuh dan tidak akan mampu menahan gempuran abrasi yang semakin parah.
Penimbunan yang krusial untuk memperkuat struktur justru tidak dilakukan.
Indrawati, seorang warga, mengungkapkan kekecewaannya dengan nada tajam. “Proyek ini seperti akal-akalan. Buang-buang uang negara tapi hasilnya tidak ada.
Kami ingin tahu, apakah uangnya habis di tengah jalan atau memang sengaja tidak diselesaikan?Jangan korbankan keselamatan kami!” ucapnya penuh emosi.
*Tuntut Pertanggungjawaban, Bukan Janji Palsu*
Ketidakjelasan ini membuat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) turun tangan. Anggota BPD, Burhan Sulaeman, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh.
“Kami butuh kejelasan, bukan janji-janji kosong. Kami ingin tahu berapa anggaran proyek ini, siapa kontraktornya, dan mengapa dikerjakan seolah-olah proyek siluman?
Dinas terkait harus segera datang dan menjelaskan, atau kami akan langsung mempertanyakan ini ke level yang lebih tinggi,” ancam Burhan.
Proyek yang seharusnya menjadi penyelamat ini justru menjadi bom waktu bagi Desa Koyoan.
Jika abrasi terus terjadi, tanggul rapuh ini hanya akan menjadi saksi bisu kehancuran yang disebabkan oleh kelalaian dan ketidakpedulian pemerintah.
Siapa yang akan bertanggung jawab jika suatu hari nanti rumah-rumah warga disapu ombak karena proyek ini gagal total?
(Tim Investigasi Redaksi)






