BUALEMO –BTN 23/03/2026- Bencana abrasi dan banjir rob hebat menerjang Desa Salu Longkoga Barat, Kecamatan Bualemo, pada Senin (16/3/2026). Terjangan ombak yang mencapai daratan hingga sejauh 35 meter ini meluluhlantakkan pemukiman warga dan memaksa puluhan jiwa mengungsi dalam ketakutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan Ketua JPKP, dampak kerusakan kali ini dinilai yang paling parah sepanjang sejarah desa tersebut. Tercatat sedikitnya 15 rumah mengalami kerusakan berat, sementara total warga yang terdampak mencapai 37 Kepala Keluarga (KK).

​Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa fenomena abrasi sebenarnya bukan barang baru di wilayah ini. Namun, tahun ini air laut naik dengan intensitas yang jauh lebih ganas dan merusak. Hal ini memicu pertanyaan besar,Sejauh mana mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah daerah selama ini?

​”Sebelumnya sering terjadi, tapi tidak separah ini. Kami butuh penanganan nyata, bukan sekedar pendataan setelah kami kehilangan tempat tinggal,” keluh warga di lokasi kejadian.

​Ironisnya, di tengah kondisi laut yang masih bergejolak dan ancaman gelombang susulan, kehadiran negara dirasa sangat minim. Hingga berita ini diturunkan, warga melaporkan bahwa pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum juga menginjakkan kaki di lokasi bencana.

​Meski Dinas Sosial dikabarkan telah meminta data pasca-bencana, langkah administratif tersebut dianggap “dingin” dan tidak menyentuh akar masalah. Warga tidak hanya butuh bansos, warga butuh kepastian keselamatan melalui pembangunan infrastruktur pemecah ombak atau tanggul penahan abrasi yang permanen.

​Kondisi di Desa Salu Longkoga Barat kecamatan Bualemo saat ini adalah potret nyata kegagalan antisipasi bencana pesisir. JPKP mendesak Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk

​Segera Turun ke Lapangan,BPBD harus melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan darurat bagi warga yang mengungsi.

​Pembangunan Infrastruktur Permanen. Penanganan banjir rob tidak bisa diselesaikan dengan retorika. Dibutuhkan pembangunan infrastruktur penahan ombak yang serius guna memutus rantai abrasi.

​Relokasi atau Proteksi,Pemerintah harus memberikan solusi jangka panjang bagi 37 KK yang kini dihantui kecemasan setiap kali air laut pasang.

​Laut masih aktif, gelombang masih tinggi, dan nyawa warga Salu Longkoga Barat kini sedang dipertaruhkan. Apakah pemerintah akan terus menunggu sampai abrasi ini menelan korban jiwa sebelum benar-benar bertindak?

Redaksi