WAINGAPU, BTN – Wajah penegakan ketertiban umum di Kabupaten Sumba Timur kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya pemerintah menata kawasan Pasar Inpres Waingapu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) justru menghadapi persoalan mendasar. Seluruh kendaraan operasional roda empat dilaporkan dalam kondisi rusak, sementara keterbatasan anggaran membuat operasi penertiban tidak berjalan maksimal. 22/07/2026
Akibatnya, pedagang kaki lima (PKL) masih leluasa menggunakan badan jalan di sekitar Pasar Inpres dan Terminal Waingapu. Penertiban yang dilakukan aparat belum memberikan efek jera karena para pedagang kembali berjualan sesaat setelah petugas meninggalkan lokasi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sumba Timur, Harun Rodis Marambadjawa, S.Pt., mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, seluruh armada roda empat milik Satpol PP tidak dapat dioperasikan sehingga mobilitas petugas terganggu, termasuk dalam menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan pengamanan pemerintahan.
“Kami datang mereka pindah, setelah petugas pergi mereka kembali lagi. Kondisi ini terus berulang,” ujarnya.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penegakan Peraturan Daerah di lapangan. Tanpa dukungan sarana operasional yang memadai dan anggaran yang cukup, upaya menjaga ketertiban umum berpotensi hanya menjadi rutinitas tanpa hasil yang signifikan.
Di sisi lain, keberadaan PKL di badan jalan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berdampak pada kemacetan, terganggunya aktivitas pasar, serta meningkatnya risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Satpol PP berharap revitalisasi Pasar Inpres Waingapu menjadi solusi permanen dengan memindahkan seluruh pedagang ke lokasi yang telah disiapkan. Namun, tanpa komitmen kuat, pengawasan yang konsisten, dan dukungan lintas sektor, penataan kawasan pasar dikhawatirkan akan terus berulang tanpa penyelesaian yang nyata.
Masyarakat kini menanti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, bukan sekedar operasi sesaat, tetapi kebijakan yang mampu mengembalikan fungsi jalan dan fasilitas umum sesuai peruntukannya.
Piter Kabiro, Sumba Timur.






