SUMBA TIMUR – BTN 14/01/2016-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumba Timur bergerak cepat melakukan penertiban terhadap sejumlah bangunan liar dan lapak penjualan BBM eceran yang menjamur di bahu jalan. Langkah tegas ini diambil menyusul laporan masyarakat terkait kemunculan lapak-lapak baru yang mulai mengganggu ketertiban umum.
Operasi penertiban yang berlangsung pada Senin (12/1/2026) ini difokuskan pada ruas jalan protokol, mulai dari kawasan Matawai Amahu hingga jalur menuju Pelabuhan Waingapu.
Kepala Satpol PP Sumba Timur, Harun Rodis Marambadjawa, S.Pt, mengungkapkan bahwa timnya menemukan beberapa lapak yang dibangun secara permanen maupun semi-permanen di atas saluran air dan bahu jalan.
“Ada sekitar dua hingga tiga titik baru yang berdiri tepat di atas drainase. Jika ini dibiarkan tanpa tindakan tegas, dikhawatirkan akan memicu warga lain untuk melakukan hal serupa, yang pada akhirnya merusak fasilitas umum dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas Harun.
Selain bangunan fisik, keberadaan pedagang BBM eceran di sekitar kawasan Dinas Sosial juga menjadi sorotan. Keberadaan mereka dinilai berisiko memicu kemacetan dan mengganggu estetika kota. Untuk saat ini, para pedagang diberikan teguran humanis dan diminta menata ulang lokasi dagang agar tidak memakan badan jalan sembari menunggu langkah penertiban lebih lanjut.
Terkait praktik penjualan BBM bersubsidi secara eceran, Harun menyatakan bahwa pihaknya tidak akan bergerak sendiri. Satpol PP berencana melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk merumuskan mekanisme penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan dilakukan penyitaan. Fokus utama kami adalah mencegah penyalahgunaan BBM subsidi sekaligus memastikan ketertiban di ruang publik tetap terjaga,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Harun mengimbau seluruh masyarakat Sumba Timur untuk tetap produktif namun tetap menaati regulasi yang berlaku, terutama dalam pemilihan lokasi usaha.
“Penertiban ini bukan bertujuan mematikan mata pencaharian warga. Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi berjalan beriringan dengan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Ini semua demi mewujudkan Sumba Timur yang lebih maju, rapi, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, operasi berlangsung kondusif. Langkah preventif ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang merasa lebih nyaman saat melintasi jalur tersebut.
Rilis,Kabiro,Piter
Editor: Pimred






