Scroll Untuk Lanjut Membaca

​WAIKELO, BTN – Komitmen menjaga kelancaran lalu lintas ternak antar-pulau terus diperkuat. Personel Babinsa Kota bersama Bati Unit Intel Kodim 1629/Sumba Barat Daya (SBD) melakukan pengawasan ketat terhadap proses pemuatan 81 ekor kuda di Pelabuhan Waikelo, Kamis (24/4/2026).

​Puluhan ekor kuda tersebut diberangkatkan menuju Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggunakan KLM Alisya Bilgis. Berdasarkan data manifest, pengiriman kali ini terdiri dari 21 ekor kuda jantan dan 60 ekor kuda betina.

​Kepala Satpel Karantina Waikelo, drh. Vera Lobo, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan bagian dari alokasi resmi tahunan. Untuk tahun 2026, total kuota pengiriman kuda ditetapkan sebanyak 330 ekor.

​”Pengiriman dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, CV Putra Airo telah memberangkatkan 130 ekor pada tahap pertama. Hari ini, CV Hijrah menyusul dengan mengirimkan 81 ekor,” jelas drh. Vera.

​Dengan pengiriman terbaru ini, total ternak yang telah keluar dari SBD mencapai 211 ekor.

​Sisa Kuota: Saat ini tersisa 119 ekor yang akan dikelola oleh kedua CV tersebut hingga akhir tahun.

​Drh. Vera juga memberikan peringatan tegas kepada para pengusaha dan vendor (CV) agar tidak mengabaikan prosedur karantina. Mengingat sisa kuota yang semakin terbatas, setiap hewan yang dikirim wajib memenuhi standar ketat:

  • ​Kesehatan Mutlak: Bebas dari segala jenis penyakit hewan menular.
  • ​Kriteria Fisik: Cukup umur dan tidak dalam kondisi bunting tua.
  • ​Administrasi: Melalui prosedur karantina yang sah.

​”Kami berharap proses selanjutnya tetap tertib dan sesuai prosedur. Fokus utama kami adalah kesehatan hewan demi menjaga kepercayaan pasar di luar pulau serta mencegah penyebaran penyakit antar-wilayah,” pungkasnya.

​Kehadiran personel Kodim 1629/SBD di lokasi bertujuan untuk memastikan situasi di area pelabuhan tetap kondusif selama proses pemuatan berlangsung. Sinergi antara TNI dan otoritas karantina ini diharapkan dapat menekan potensi pelanggaran dalam distribusi aset ekonomi daerah tersebut.