BANGGAI KEPULAUAN – BTN 05/03/2026-Menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) mengambil langkah preventif strategis guna menjaga kedaulatan pangan di wilayahnya. Bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, tim gabungan menggelar rangkaian koordinasi tingkat tinggi dan inspeksi mendadak (sidak) lapangan pada Rabu (04/03/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kegiatan ini bertujuan utama untuk menjamin stabilitas harga, ketersediaan stok, hingga keamanan mutu pangan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah hari besar dengan tenang tanpa bayang-bayang lonjakan harga kebutuhan pokok.

​Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Banggai Kepulauan. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI, Indra Wijayanto, didampingi Wakil Bupati Bangkep Serfy Kambey, serta perwakilan Satgas Pangan Polres Bangkep.

​Dalam pertemuan tersebut, Direktur Bapanas RI menekankan pentingnya pemetaan potensi gangguan distribusi di wilayah kepulauan seperti Bangkep. Sinergi ini dirancang untuk mengidentifikasi hambatan logistik sejak dini, sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum terjadi kelangkaan barang di tingkat pengecer.

​Menindaklanjuti arahan Kapolres Banggai Kepulauan, Kasat Reskrim AKP Nanang Afrioko, S.H., M.H., mengerahkan personel Unit Tipidter untuk menyisir titik-titik vital perdagangan. Tim bergerak mulai dari Kios Pangan Murah, gudang-gudang distributor, hingga ke jantung ekonomi kerakyatan di Pasar Tradisional Salakan.

​AKP Nanang Afrioko menegaskan bahwa peran Polri dalam Satgasda (Satuan Tugas Daerah) bukan sekedar pengawasan administratif, melainkan penegakan aturan secara substansial.

​”Fokus utama kami adalah memastikan rantai distribusi tetap sehat. Personel kami di lapangan diinstruksikan untuk memantau secara detail setiap pergerakan stok. Kami memberikan peringatan keras. tidak ada ruang bagi praktik penimbunan (hoarding) maupun permainan harga sepihak yang sengaja memanfaatkan situasi HBKN demi keuntungan pribadi,” tegas AKP Nanang dalam keterangannya di sela-sela pemantauan.

​Selain melakukan fungsi pengawasan, tim juga meninjau langsung implementasi Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan serta operasional Warpati TPID. Langkah ini dinilai sangat efektif sebagai instrumen penyeimbang harga di pasar. Dengan adanya akses pangan murah yang disediakan pemerintah, tekanan inflasi di daerah dapat ditekan secara signifikan.

​Tidak hanya soal angka di label harga, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Di Pasar Tradisional Salakan, petugas melakukan pengecekan acak terhadap komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, hingga protein hewani. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa bahan pangan yang beredar memenuhi standar keamanan pangan nasional dan layak dikonsumsi.

​Hasil pantauan hingga siang hari menunjukkan tren yang positif, Terpantau lancar tanpa hambatan logistik yang berarti.

Stok bahan pokok di gudang distributor dan pengecer dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa HBKN.

Sebagian besar komoditas masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

​Kegiatan yang berakhir dengan situasi kondusif ini ditutup dengan imbauan kepada seluruh pelaku usaha di Banggai Kepulauan. Polres Bangkep meminta para pedagang untuk tetap mematuhi regulasi dan tidak melakukan spekulasi harga yang dapat memicu keresahan di masyarakat.

​Melalui pengawasan intensif dan kolaborasi kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan Bapanas RI, diharapkan stabilitas ekonomi di Banggai Kepulauan tetap kokoh. Dengan demikian, masyarakat dapat menyambut dan merayakan Hari Besar Keagamaan Nasional dengan penuh kenyamanan dan ketenangan batin.

Pimred