Kolaka Sultra, BTN — 12 Juli 2025, Aroma busuk dugaan praktik ilegal dalam bisnis nikel kembali tercium di Kolaka. Ketua DPD LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Kolaka, Amir, dengan nada geram mendesak aparat penegak hukum dan Kementerian ESDM segera mengusut tuntas skandal penjualan ribuan ton ore nikel oleh PT Vale Indonesia Tbk yang disinyalir kuat menggunakan Jeti PT Tambang Rezeki Kolaka (TRK),Namun ironisnya, diduga tanpa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sah. Sebuah tamparan keras bagi tata kelola pertambangan di negeri ini!
Amir dengan tegas menyatakan, “Ini bukan sekadar kejanggalan, ini adalah indikasi kuat pelanggaran hukum yang terang-terangan!
Bagaimana mungkin raksasa tambang sekelas PT Vale bisa melenggang menjual ribuan ton ore nikel tanpa dokumen RKAB yang jelas-jelas menjadi syarat mutlak dalam setiap jengkal aktivitas pertambangan mineral dan batubara?
Apa mata aparat dan kementerian selama ini buta?”
Semburan kekecewaan Amir mencerminkan kemarahan publik terhadap praktik yang diduga merugikan negara dan mencoreng integritas industri.
LIRA Kolaka Menggugat: Tuntut Transparansi dan Penegakan Hukum!
LSM LIRA Kolaka tidak akan tinggal diam melihat dugaan pembangkangan hukum ini. Mereka mendesak:
Kementerian ESDM harus segera buka-bukaan dan klarifikasi secara transparan status RKAB PT Vale di wilayah Kolaka. Jangan ada lagi main mata atau upaya menutupi borok yang mencuat ke permukaan.
Aparat penegak hukum, dari Kejaksaan hingga Kepolisian, dituntut untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu. Jangan biarkan dugaan penjualan ilegal ore nikel ini menguap begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban hukum. Usut tuntas sampai ke akar-akarnya!
PT Vale Indonesia Tbk diminta untuk segera angkat bicara dan memberikan penjelasan yang jujur serta terbuka kepada publik. Hindari manuver-manuver licik yang justru akan memperkeruh suasana dan memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Rakyat berhak tahu kebenaran di balik dugaan skandal ini.
Amir menambahkan, jika tudingan ini terbukti benar, maka ini bukan hanya sekadar pelanggaran administratif biasa.
“Ini adalah potensi kerugian negara yang fantastis dari sisi pendapatan dan sekaligus cedera serius terhadap rasa keadilan masyarakat lokal yang selama ini hanya jadi penonton di tanah sendiri. Jangan sampai kekayaan alam kita terus-menerus dikeruk secara ilegal demi kepentingan segelintir pihak!” tegas Amir,
Menyerukan perlawanan terhadap praktik culas yang merugikan bangsa.
“LSM LIRA Kolaka tidak akan gentar! Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga titik darah penghabisan. Jika jalur hukum dan desakan publik tidak digubris, jangan salahkan kami jika langkah hukum dan aksi massa akan menjadi pilihan tak terelakkan demi menjaga kepentingan masyarakat dan kedaulatan sumber daya alam daerah!” tutup Amir dengan nada mengancam, menandakan keseriusan LIRA untuk membongkar dugaan skandal ini.
(RedaksiTim)






