SUMBA BARAT DAYA –BTN 01/03/2026- Bau busuk dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) kian menyengat. Pelabuhan Waikelo diduga kuat telah bertransformasi menjadi titik nadi aktivitas ilegal oknum-oknum tak bertanggung jawab yang merampok hak rakyat kecil demi keuntungan pribadi.
Berdasarkan investigasi dan laporan lapangan, modus operandi para mafia ini tergolong klasik namun licin. menggunakan perahu motor layar untuk mengangkut ribuan liter minyak tanah keluar daerah. Ironisnya, aktivitas ini seolah berjalan mulus di bawah hidung instansi pengawas pelabuhan.
Keberadaan sejumlah instansi berwenang di jalur Pelabuhan Waikelo kini dipertanyakan efektivitasnya. Rakyat bertanya-tanya. Bagaimana mungkin komoditas bersubsidi bisa bocor dalam skala besar jika pengawasan dilakukan dengan benar? Ketumpulan pengawasan ini menimbulkan kecurigaan publik adanya “main mata” antara oknum petugas dan para penyelundup.
”Kami butuh tindakan nyata, bukan sekedar patroli seremoni. Penyelundupan ini jelas-jelas menciptakan kelangkaan di pasar, mencekik leher warga yang harus membayar harga selangit demi seliter minyak tanah,” tegas salah seorang warga dengan nada geram.
Publik kini menagih keberanian dan komitmen politik Bupati serta Wakil Bupati Sumba Barat Daya. Jangan sampai jargon “melayani rakyat” hanya menjadi hiasan bibir di saat hak-hak dasar masyarakat dijarah oleh mafia BBM.
Pemerintah Daerah, khususnya Dinas terkait, dituntut untuk segera.
Melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) tanpa bocoran di Pelabuhan Waikelo.
Mengevaluasi Kinerja Aparat yang bertugas di pintu keluar-masuk pelabuhan.
Memproses Hukum secara tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum masyarakat maupun oknum pejabat yang menjadi “beking” aktivitas ini.
Setiap liter minyak yang diselundupkan adalah beban tambahan bagi ekonomi keluarga kecil di SBD. Kelangkaan pasokan yang berujung pada lonjakan harga adalah bentuk ketidakadilan sosial yang dibiarkan tumbuh subur jika pemerintah terus memilih bungkam.
Jika Pemkab SBD tidak segera mengambil langkah ekstrem untuk menyumbat kebocoran di Waikelo, maka wajar jika publik berasumsi bahwa pemerintah telah gagal,atau lebih buruk lagi,membiarkan rakyatnya dieksploitasi oleh para pencuri subsidi.
Laporan.Eman Ledu
Editor. Redaksi Berantas TipikorNews






