Scroll Untuk Lanjut Membaca

Waingapu, BTN — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga segera melakukan penataan dan pengangkatan kepala sekolah definitif di sejumlah sekolah yang selama ini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt). 9/05/2026

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Timur, Imanuel Takandjandji, mengatakan saat ini terdapat 159 sekolah di Sumba Timur yang masih dipimpin oleh Plt kepala sekolah.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pada periode sebelumnya banyak calon kepala sekolah belum memenuhi persyaratan formal, terutama kewajiban mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah.
“Pada masa sebelumnya, belum terpenuhi persyaratan formal, khususnya kewajiban mengikuti dan lulus diklat calon kepala sekolah,” ujarnya.

Namun demikian, terbitnya Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 memberikan ruang kebijakan bagi pemerintah daerah untuk mengangkat kepala sekolah definitif meskipun belum memiliki sertifikat calon kepala sekolah.
Imanuel menjelaskan, kepala sekolah yang diangkat tanpa sertifikat tersebut hanya dapat menjabat selama satu periode atau empat tahun sambil menunggu kesempatan mengikuti dan menyelesaikan diklat calon kepala sekolah.

Dengan adanya regulasi tersebut, pihaknya akan segera melakukan pengangkatan kepala sekolah definitif secara bertahap sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Meski masih dipimpin Plt, kata dia, fungsi manajerial dan kepemimpinan di sekolah tetap berjalan. Plt kepala sekolah tetap bertugas mengelola pembelajaran, membina guru dan tenaga kependidikan, serta memastikan layanan pendidikan berjalan dengan baik.

Selain menjalankan tugas kepemimpinan, Plt kepala sekolah juga tetap berkewajiban mengajar minimal 24 jam per minggu. Hal itu berbeda dengan kepala sekolah definitif yang lebih difokuskan pada tugas manajerial dan kepemimpinan satuan pendidikan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan juga berupaya mempercepat pemenuhan persyaratan calon kepala sekolah dengan mengusulkan penambahan kuota diklat melalui koordinasi bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia berharap, langkah tersebut dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan di Sumba Timur sehingga seluruh sekolah nantinya dipimpin kepala sekolah definitif yang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi kepemimpinan yang baik.