​PRABUMULIH, BTN – Keamanan di ruas Tol Prabumulih–Palembang kini tengah berada dalam sorotan tajam. Aksi kriminalitas berupa pelemparan batu oleh oknum tak dikenal dilaporkan kembali terjadi di sekitar akses pintu masuk tol, menebar teror bagi para pengendara yang melintas, terutama di jam-jam rawan malam hari. 4/1/2026

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Peristiwa mencekam ini terjadi pada Kamis dini hari (2/1/2026) sekitar pukul 00.40 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya delapan kendaraan roda empat menjadi korban aksi brutal tersebut. Dampaknya cukup fatal; mulai dari kaca depan yang hancur hingga trauma mendalam bagi para pengemudi.

​Salah satu korban, Jon NFF, menceritakan detik-detik saat kendaraannya dihantam benda keras. Ia segera melaporkan insiden tersebut kepada petugas tol dan pihak kepolisian yang sedang berpatroli di sekitar lokasi.

​”Kami sangat berharap pengamanan segera ditingkatkan. Ini bukan sekadar gangguan kecil, ini ancaman nyata terhadap nyawa. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada korban jiwa,” tegas Jon saat mewakili keluhan para sopir yang melintas.

​Insiden yang kini tengah viral di media sosial Facebook ini memicu reaksi keras dari Ketua DPW LPKPI RI Sumatera Selatan. Ia mendesak aparat penegak hukum dan pengelola jalan tol untuk tidak tinggal diam dan segera meringkus pelaku.​

“Kami minta patroli diperketat, khususnya di wilayah perbatasan jalan provinsi menuju akses tol. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak tegas,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

​Menurut LPKPI, lemahnya pengawasan di titik-titik rawan menjadi celah bagi pelaku kejahatan jalanan untuk beraksi. Penjagaan permanen dan respons cepat dari pihak berwenang dinilai menjadi harga mati demi menjamin rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan tol.

​Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat maupun pengelola jalan tol belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan atau upaya preventif yang akan dilakukan pasca-kejadian. Masyarakat berharap ada langkah nyata agar jalur vital Sumatera ini kembali aman untuk dilintasi.

​(Tim Redaksi PRIMA)