Scroll Untuk Lanjut Membaca

​BANGGAI LAUT, BTN – Tim Monitoring Bidang Kawasan Permukiman bergerak cepat turun ke lapangan guna memastikan berbagai program pembangunan berjalan optimal. Dipimpin langsung oleh Pratiwi Rufika Sari bersama anggota tim Nurfaida, Fahrizal, dan M. Syarif H, peninjauan ini menyasar proyek pembangunan di tiga desa yang ada di Kabupaten Banggai Laut. 6/8/2026

​Fokus utama peninjauan ini adalah untuk memastikan pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di beberapa titik berjalan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan. Program RTLH menjadi salah satu prioritas daerah dalam menghadirkan hunian yang lebih aman dan layak bagi masyarakat kurang mampu.

​Selain mengecek program hunian, tim monitoring juga menyempatkan diri menyusuri dan memantau langsung kondisi jembatan penyeberangan di Desa Matanga. Jembatan tersebut menjadi akses vital masyarakat setempat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan menopang perekonomian desa.

​Melihat kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak layak serta membahayakan warga yang melintas, Pratiwi Rufika Sari menegaskan komitmen timnya untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Pihaknya berjanji akan mengawal dan memperjuangkan perbaikan jembatan Matanga agar masuk dalam daftar prioritas pembangunan berikutnya.

​Dalam wawancara bersama Tim Investigasi Berantas Tipikor di lokasi, tim monitoring menegaskan bahwa tugas mereka di lapangan tidak sekedar formalitas. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh guna melihat gambaran utuh dari kebutuhan infrastruktur permukiman masyarakat desa.

​”Kami tidak hanya memantau pengerjaan RTLH dan lokasi jalan rabat, tetapi juga memetakan serta menyerap aspirasi di tempat-tempat yang menjadi kebutuhan prioritas utama masyarakat di desa yang kami kunjungi,” tegas wakil tim monitoring di sela-senja peninjauan.

​Kedatangan tim ini mendapat apresiasi hangat dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Matanga, Al Jufri Pamuna, mengungkapkan bahwa kunjungan lapangan ini memberikan dampak positif dan angin segar bagi warga karena aspirasi mendesak mereka—khususnya terkait perbaikan jembatan—akhirnya direspon secara langsung.

​Nada kepuasan senada turut disampaikan oleh Kepala Desa Lambako, Candra A. Pindjaling, S.E., serta Kepala Desa Pasir Putih, Abdul Rahman. Keduanya sepakat bahwa respons cepat tim monitoring memberikan dorongan moral dan harapan besar bagi percepatan pembangunan di wilayah mereka.

​Kehadiran tim monitoring ini membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah. Dengan koordinasi yang makin solid antara pemerintah desa dan dinas terkait, berbagai masalah krusial seperti akses jalan yang layak hingga hunian sejahtera dapat direalisasikan secara bertahap.

​(Jurnalis: Irwan Askumala)