BANGGAI KEPULAUAN, BTN –29/07/2026- Komitmen untuk menjaga mutu, kelayakan lingkungan, serta legalitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat di wilayah kepulauan. Menindaklanjuti pemberitaan beberapa hari lalu terkait perizinan operasional serta kesiapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dapur Sehat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peling Lalomo, Ketua Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI, Andreas Pole, didampingi Sekretaris Jenderal Rano Lamahung, melakukan peninjauan dan evaluasi lapangan secara langsung di Desa Peling Lalomo, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Selasa (28/7/2026).
Peninjauan langsung tersebut merupakan langkah responsif dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh tata kelola operasional Dapur Sehat SPPG berjalan sesuai aturan hukum serta standar teknis yang berlaku. Selain memverifikasi kelengkapan administrasi perizinan dan kelayakan sistem pengelolaan limbah cair (IPAL), tim peninjau juga memeriksa kepatuhan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengadaan bahan baku lokal, proses pengolahan, sanitasi higienis, hingga alur distribusi harian kepada para penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Andreas Pole menegaskan bahwa faktor kebersihan, keamanan lingkungan, kelayakan fungsi IPAL, serta pemenuhan regulasi perizinan merupakan prinsip fundamental yang tidak dapat ditawar. Menurutnya, keberadaan fasilitas IPAL yang memadai sangat krusial agar operasional dapur modern ini tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar dan tetap menjamin keamanan pangan yang diproduksi.
”Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang klarifikasi dan pembenahan atas perhatian publik terkait perizinan serta IPAL beberapa hari lalu. Kami ingin memastikan bahwa seluruh operasional Dapur Sehat SPPG Peling Lalomo berjalan transparan, ramah lingkungan, dan sepenuhnya mematuhi regulasi serta standar kelayakan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” tegas Andreas Pole di sela-sela peninjauan.
Dapur Sehat SPPG Desa Peling Lalomo memegang peranan vital sebagai unit sentral pelayanan gizi di Kabupaten Banggai Kepulauan. Dari fasilitas sentral ini, ribuan porsi makanan bergizi disiapkan setiap hari melalui pengawasan mutu yang ketat guna mendistribusikan asupan nutrisi yang aman, higienis, dan seimbang bagi anak-anak sekolah serta kelompok sasaran di wilayah Kecamatan Buko.
Di samping evaluasi teknis dan lingkungan, manajemen SPPG Peling Lalomo turut memaparkan data pemutakhiran penerima manfaat yang saat ini tercatat sebanyak 2.616 penerima manfaat. Seluruh sasaran tersebut dipetakan ke dalam dua alur logistik utama, yaitu Jalur Atas sebanyak 1.306 penerima manfaat (terdiri dari 472 porsi kecil sekolah, 671 porsi besar sekolah, dan 163 sasaran Posyandu) serta Jalur Bawah sebanyak 1.310 penerima manfaat (terdiri dari 457 porsi kecil sekolah, 720 porsi besar sekolah, dan 133 sasaran Posyandu).
Pihak pengelola menjelaskan bahwa skema pembagian Jalur Atas dan Jalur Bawah dirancang secara sistematis guna menjamin efisiensi serta ketepatan waktu pengiriman makanan harian. Meski demikian, total angka 2.616 penerima manfaat ini masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui secara berkala melalui sinkronisasi dan verifikasi faktual dengan pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di tiap-tiap sekolah mitra.
Selain meninjau kelayakan sarana pengolahan limbah dan sanitasi dapur, tim peninjau mengecek kelengkapan gudang penyimpanan bahan baku (cold storage dan ruang kering), ketepatan porsi makanan berdasarkan jenjang usia, hingga kesiapan armada angkut harian. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Yola Tular selaku mitra penyedia bahan pangan lokal, guna memastikan rantai pasok bahan baku yang diterima dapur senantiasa segar, aman, dan memenuhi mutu standar yang dipersyaratkan.
Sekretaris Jenderal Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI, Rano Lamahung, menyampaikan bahwa langkah responsif dalam menindaklanjuti isu perizinan dan IPAL ini adalah bagian dari komitmen keterbukaan publik. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta membuktikan bahwa program nasional ini dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
”Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari banyaknya porsi makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi, kelayakan lingkungan melalui IPAL yang memadai, serta konsistensi keamanan pangan. Evaluasi dan pendampingan akan terus kami lakukan agar seluruh aspek operasional terpenuhi dengan baik,” ujar Rano Lamahung.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Peling Lalomo menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan fasilitas serta melengkapi seluruh dokumen pendukung operasional sesuai arahan Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah. Pengawasan harian terus diperketat agar higienitas proses produksi makanan maupun pengelolaan limbah dapur tetap terjaga dalam kondisi optimal.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan rapat koordinasi bersama seluruh pengelola dan tenaga dapur untuk memperkuat komitmen kelayakan operasional. Sinergi antara Badan Gizi Nasional, pengelola SPPG, pemerintah daerah, penyedia bahan pangan, serta Yayasan HESED HARAPAN BARU INDONESIA MANDIRI diharapkan mampu menjadikan SPPG Peling Lalomo sebagai percontohan Dapur Sehat yang tertib administrasi, taat lingkungan, transparan, dan berdampak nyata bagi kesehatan generasi masa depan Banggai Kepulauan
Jein






