TOTIKUM, BANGKEP –BTN 08/03/2026-Aroma ketidakberesan tercium tajam di balik operasional SPBU Kompak Sobonon, Kecamatan Totikum. Di saat pihak manajemen kerap mendengung-dengungkan narasi “Pelayanan Prima” dan pengawasan ketat, masyarakat lokal justru disuguhi realita yang bertolak belakang,kelangkaan BBM yang kronis dan kualitas pelayanan yang dinilai bobrok total.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Ketajaman kritik kini mengarah langsung pada efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Sales Branch Manager (SBM) Pertamina maupun penanggung jawab SPBU Sobonon. Masyarakat mempertanyakan, jika memang sistem pengawasan berjalan seakurat yang diklaim, mengapa pasokan BBM untuk warga Totikum seolah “menguap” sebelum sampai ke tangki kendaraan rakyat kecil?

​”Kami menggugat klaim pengawasan itu. Jika benar ada SBM dan penanggung jawab yang mengawasi secara ketat, kenapa BBM untuk kami di Totikum selalu raib? Ke mana perginya jatah rakyat?” cecar salah seorang warga Totikum dengan nada geram.

​Masyarakat menilai standar pelayanan 3S (Salam, Senyum, Sapa) yang sering dipromosikan hanyalah isapan jempol belaka selama kebutuhan mendasar mereka tidak terpenuhi. Di SPBU Sobonon, warga justru dihadapkan pada ketidakpastian stok dan pelayanan yang jauh dari kata layak.

​”Pelayanannya sangat bobrok. Kami tidak butuh senyum palsu jika tangki SPBU selalu kosong atau sulit diakses. Ini bukan lagi soal keramahan, tapi soal integritas distribusi yang diduga kuat bermasalah,” tambah warga lain yang merasa dirugikan oleh kondisi ini.

​Raibnya BBM di wilayah Totikum memicu dugaan adanya praktik “main mata” atau distribusi yang melenceng dari jalur resmi. Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi kredibilitas pengelola SPBU Kompak Sobonon. Masyarakat mendesak adanya transparansi total dan audit lapangan yang jujur, bukan sekedar laporan formalitas di atas kertas.

​Kini, bola panas berada di tangan otoritas terkait. Apakah Pertamina pusat akan terus menutup mata atas bobroknya pelayanan SBM serta pelayanan di SPBU Sobonon, ataukah akan ada tindakan tegas untuk mengembalikan hak BBM bagi masyarakat Totikum? Publik Banggai Kepulauan menunggu pembuktian, bukan sekedar rilis pencitraan.

Redaksi