Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN — Prosesi pemakaman almarhum Agustinus Bulu di Kampung Letekamouna, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya, berlangsung penuh khidmat dengan balutan budaya tempatan yang kental. Puncak ritual adat tersebut ditandai dengan pelaksanaan tradisi Teba, yakni prosesi penyembelihan kerbau sebagai bentuk penghormatan tertinggi dalam adat kebudayaan Sumba. Rabu 26/08/2026

​Bagi masyarakat Sumba Barat Daya, tradisi Teba bukan sekedar ritual pemotongan hewan biasa, melainkan simbol nilai moral, penghormatan, serta pengikat tali persaudaraan. Kehadiran ritual ini menjadi penegas penghormatan terakhir dari kerabat dan masyarakat luas kepada sosok almarhum yang dikenal memiliki rekam jejak pengabdian mendalam semasa hidupnya.

​Di hadapan ratusan pelayat dan keluarga besar, salah satu rombongan tamu terhormat memanggil pembawa hewan kerbau untuk melangsungkan ritual di pelataran rumah duka. Langkah ini diambil sebagai manifestasi solidaritas, rasa duka cita mendalam, serta kepedulian yang tinggi dari para undangan kepada keluarga yang ditinggalkan.

​Suaian alunan musik gong dan tabuhan tambur menyertai setiap langkah persiapan prosesi Teba, menghadirkan nuansa sakral yang menggetarkan hati. Seluruh hadirin menyaksikan momen bersejarah ini dengan penuh takzim, larut dalam keagungan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

​Lantaran pihak tamu undangan tidak dapat melangsungkan pemotongan secara langsung, ia menunjuk kerabatnya, Bapak Litwin, untuk menjalankan tugas mulia tersebut. Penunjukan ini disambut baik oleh Bapak Litwin yang langsung bersiap di tengah arena prosesi dengan memegang sebilah parang adat.

​Ketangkasan luar biasa diperlihatkan Bapak Litwin saat mengeksekusi ritual tersebut, di mana kerbau berukuran besar berhasil ditumbangkan hanya dalam tiga kali ayunan parang. Kemahiran tersebut memancing decak kagum hadirin, lantaran ketepatan dalam tradisi pemotongan memuat makna keahlian, keberanian, sekaligus penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum dan tuan rumah.

​Daging dari hasil ritual Teba tersebut selanjutnya dibagikan secara merata kepada seluruh tamu undangan dan warga sekitar. Pembagian ini mencerminkan esensi kebersamaan, rasa gotong royong, serta kehangatan ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan di tengah masa duka.

​Di akhir prosesi, pihak keluarga besar almarhum Agustinus Bulu menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih mendalam kepada rombongan tamu dan Bapak Litwin. “Ini adalah bentuk cinta dan hormat terakhir kami untuk Bapak. Terima kasih untuk semua rombongan yang telah hadir dan memberikan penghormatan terbaik,” tutur perwakilan keluarga penuh haru.

Kabiro SBD, Eman Ledu