Scroll Untuk Lanjut Membaca

​CIREBON, BTN – Pelayanan publik di Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kini tengah menjadi sorotan tajam. Warga masyarakat mengeluhkan merosotnya kualitas pelayanan desa setelah sang Kepala Desa (Kuwu), Carsadi—yang akrab disapa Bayi—memutuskan untuk pindah rumah ke luar wilayah kecamatan setempat. 11/06/2026

​Padahal, merujuk pada regulasi dan peraturan tentang desa, seorang calon Kuwu yang telah terpilih dan mengambil sumpah jabatan wajib bertempat tinggal di desa tempat ia bertugas demi menjamin kelancaran pelayanan bagi masyarakat.

​Pelayanan Dinilai Tidak Maksimal

​Nyatanya, baru beberapa tahun menjabat, Carsadi diduga telah melanggar komitmen tersebut. Langkahnya berpindah domisili ke lain desa dan kecamatan dinilai berdampak langsung pada efektivitas birokrasi desa.

​”Karena beliau pindah rumah ke luar kecamatan, pelayanan kepada masyarakat jadi kurang maksimal,” ungkap Ibu Tonah, salah seorang warga setempat, kepada Rajawali News.

​Melihat kondisi ini, Ibu Tonah mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta Bupati Cirebon dan Inspektorat Kabupaten Cirebon turun tangan memberikan tindakan tegas kepada oknum Kuwu yang diduga menabrak aturan tersebut.

​Desakan Tindakan Tegas dari Tokoh Masyarakat

​Senada dengan keresahan warga, Supriyanto, seorang tokoh masyarakat setempat, turut angkat bicara secara gamblang. Ia menegaskan bahwa tindakan Carsadi alias Bayi jelas-jelas mencederai amanah jabatan.

​”Seorang Kuwu terpilih itu wajib hukumnya menetap di desa yang ia pimpin. Kalau dia justru tinggal di desa atau kecamatan lain, itu sudah jelas melanggar aturan dan harus ditindak tegas. Kami sangat berharap Bupati Cirebon dan pihak Inspektorat segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi hal ini,” tegas Supriyanto secara berapi-api kepada Rajawali News.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Pengarengan masih menunggu respons dan tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Cirebon guna mengembalikan kualitas pelayanan publik di desa mereka.