SUMBA BARAT DAYA, BTN – Aroma tak sedap tercium dari proyek pembangunan pagar tembok keliling di Omba Loko, Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Proyek yang didanai oleh APBD Kabupaten SBD Tahun Anggaran 2025 ini diduga kuat menjadi ajang bancakan oleh kontraktor pelaksana, CV. Sumba Karya Sejati, dan oknum pengawas lapangan. 27/12/2025
Laporan investigasi lapangan menunjukkan adanya indikasi pengurangan volume pekerjaan yang mencolok. Praktik ini disinyalir sengaja dilakukan demi meraup keuntungan pribadi, meski harus mengorbankan kualitas bangunan serta merugikan keuangan negara dan masyarakat setempat.
Dugaan kecurangan mencuat setelah ditemukan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (Rencana Anggaran Biaya/RAB). Berdasarkan temuan di lokasi:
- Besi Coran Sloof Atas: Hanya menggunakan dua lonjor besi ukuran 12 mm dan dua lonjor besi ukuran 10 mm.
- Jarak Begel: Dipasang renggang dengan jarak mencapai 17 cm, yang berpotensi melemahkan struktur kekuatan tembok.
”Kelakuan oknum pengawas dan kontraktor ini sangat merugikan masyarakat. Mereka dibayar dengan uang rakyat, tapi bekerja asal-asalan,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Praktik lancung ini semakin diperkuat oleh pengakuan salah satu pekerja bangunan. Ia membeberkan bahwa pengawas lapangan berinisial R diduga memerintahkan pemasangan papan cor (bekisting) mendahului pemasangan besi. Ironisnya, proses krusial ini kerap dilakukan tanpa pengawasan ketat di lokasi.
”Instruksinya pasang papan dulu baru besi. Selama pengerjaan, hampir tidak ada yang memantau secara serius,” ungkap tukang tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai temuan miring tersebut, R selaku pengawas bukannya memberikan klarifikasi teknis, melainkan justru memberikan jawaban yang bernada menantang.
”Saya siap bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Naikkan saja beritanya,” cetus R dengan nada arogan saat ditemui awak media.
Sikap abai dan dugaan manipulasi volume ini menjadi rapor merah bagi Dinas terkait di Kabupaten SBD. Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap proyek milik CV. Sumba Karya Sejati ini sebelum kerugian negara semakin membengkak.
Laporan: Eman Ledu (Kabiro SBD)
Editor: Erwin nayoan






