WAINGAPU, BTN — 17 Agustus 2026 — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumba Timur tidak berhenti pada seremoni pemerintahan. Malam Syukur yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menjadi panggung kebersamaan, ketika berbagai elemen masyarakat, termasuk paguyuban dari sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur, hadir membawa identitas budaya dan makanan khas daerah masing-masing. Selasa 18/08/2026
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., bersama Wakil Bupati Yonathan Hani, S.Kom., M.Ap., jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, Paskibraka, serta berbagai paguyuban turut hadir dalam momentum tersebut.
Yang menarik, Paguyuban Kabupaten Ngada dan paguyuban dari sejumlah kabupaten lainnya di NTT ikut ambil bagian meramaikan Malam Syukur. Mereka tidak datang sekedar sebagai tamu, tetapi membawa kekayaan kuliner khas daerah masing-masing untuk disajikan dalam suasana kebersamaan.
Aneka makanan khas yang dibawa para paguyuban menjadi simbol bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun dari keberagaman. Identitas daerah tidak menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan di tanah rantau.
Dari Ngada, Sumba, dan berbagai daerah di NTT, semuanya bertemu dalam satu meja: Indonesia.
Momentum ini memperlihatkan wajah lain Sumba Timur. Di tengah keberagaman masyarakat yang hidup dan berdampingan, perayaan kemerdekaan menjadi ruang untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus merawat persaudaraan antarsuku dan antardaerah.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dalam momentum tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama pembangunan daerah. Kemerdekaan, menurut semangat yang dibangun dalam kegiatan itu, tidak cukup hanya diperingati setiap 17 Agustus, tetapi harus diterjemahkan melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap sesama.
Kehadiran para paguyuban juga memberi pesan kuat: Indonesia tidak dibangun dari keseragaman, melainkan dari keberagaman yang mampu duduk bersama.
Di Sumba Timur, semangat itu diwujudkan melalui perjumpaan berbagai komunitas dalam satu perayaan. Makanan khas daerah yang disajikan bukan sekedar hidangan, tetapi menjadi bagian dari diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas masing-masing sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Indonesia.
Malam Syukur HUT ke-81 RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintah. Ia berubah menjadi ruang perjumpaan masyarakat, budaya, dan identitas daerah—sebuah gambaran kecil tentang Indonesia yang sesungguhnya: berbeda dalam asal-usul, tetapi tetap berdiri dalam satu rumah kebangsaan.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan. Ia harus hidup dalam kebersamaan.
#HUTRI81 #MalamSyukur #SumbaTimur #PaguyubanNgada #NTT #BhinnekaTunggalIka #IndonesiaMaju #KemerdekaanRI
Piter kabiro, Sumba Timur.






