Scroll Untuk Lanjut Membaca

WAIKELO, BTN — Selamat Berlayar Kuda Sandel Ke Sulawesi-Jeneponto” 50 ekor ternak kuda tersebut setelah melewati serangkaian pemeriksaan oleh dinas terkait, Direk CV HIJRAH telah memenuhi semua persyaratan pengiriman kuda antar pulau. Tepatnya Rabu 04 November 2026, Karantina Satuan Pelayanan Waikelo melakukan pengiriman ternak kuda sebanyak 50 ekor.

RINCIAN 50 EKOR TERNAK KUDA CV HIJRAH:

Adapun 50 ekor ternak kuda tersebut masing-masing:
– Kuda Jantan sebanyak 18 ekor
– Kuda Betina sebanyak 32 ekor

Sesuai perijinan dari Dinas Peternakan Kabupaten dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun Surat Perintah Muat yang dikeluarkan oleh pihak Karantina, dilakukan pada hari ini Rabu 04 November 2026.

Semua kuda telah melewati serangkaian pemeriksaan oleh dinas terkait, yaitu pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, vaksin Anthrax, pemeriksaan cap B, dan pemeriksaan kesehatan akhir oleh Dokter Hewan Karantina Waikelo. Hasilnya semua dinyatakan SEHAT dan layak muat antar pulau.

KEGIATAN PEMUATAN BERSAMA DINAS TERKAIT – BERJALAN BAIK:

Kegiatan pemuatan sejumlah ternak kuda tersebut, bersama-sama dengan Dinas Peternakan, KP3, Kodim dan Syahbandar Waikelo dengan proses pemuatan ternak menggunakan KM SUMBER BAHARI 02 berjalan baik.

Sejak pukul 03.00 WITA, Tim Gabungan Dinas Peternakan SBD, KP3 Waikelo, Kodim 1629/SBD, Syahbandar Waikelo, dan Karantina Satuan Pelayanan Waikelo mengawal langsung pemuatan satu per satu kuda ke dalam palka KM SUMBER BAHARI 02.

Tidak ada kendala. Pemuatan 50 ekor kuda selesai tepat pukul 17:17 WITA, dan KM SUMBER BAHARI 02 bertolak pukul 20:00 WITA dari Pelabuhan Waikelo menuju Jeneponto Sulawesi.

KASATPEL WAIKELO, DRH VERA LOBO BERHARAP.

Kasatpel Waikelo, Drh Vera Lobo atas termuatnya sejumlah ternak tersebut, ia berharap:

“Selamat berlayar 50 ekor kuda Sandel milik Direk CV HIJRAH. Saya Drh Vera Lobo, Kasatpel Waikelo, berharap kuda-kuda ini tetap sehat dalam perjalanan Waikelo – Jeneponto dengan KM SUMBER BAHARI 02, tidak ada yang sakit, tidak ada yang stres, semua selamat sampai di Jeneponto dan diterima dengan baik di Karantina Jeneponto.”

“Juga semoga tahun depan, jumlah kuota bisa ditambah atau dinaikan lagi, ungkapnya. Kami di Waikelo siap melayani berapapun kuotanya, asalkan suratnya cepat. Kalau kuota ditambah 700-800, maka masyarakat SBD yang punya 42.000 ekor kuda tidak lagi menumpuk dan tidak laku di pasar lokal.”

SEMENTARA KEPALA BIRO BERANTASTIPIKORNEWS http://CO.ID JUGA SEBAGAI AGEN 002 NTT, EMAN LEDU HAL SENADA MENYAMPAIKAN HARAPANNYA…

Sementara Kepala Biro BerantasTipikorNews http://Co.id juga sebagai Agen 002 NTT, Eman Ledu hal senada menyampaikan harapannya:

“Selamat berlayar Kuda Sandel ke Sulawesi-Jeneponto. Saya Eman Ledu, Kepala Biro BerantasTipikorNews http://Co.id / Agen 002 NTT, menyampaikan harapan yang sama dengan Drh Vera Lobo. Saya berharap 50 ekor kuda milik Direk CV HIJRAH ini, 18 ekor jantan dan 32 ekor betina, tetap sehat dalam perjalanan dan selamat sampai di Jeneponto Sulawesi, laku dengan harga yang bagus, sehingga Direk CV HIJRAH bisa kembali lagi ke SBD dan beli kuda dari rakyat.”

“Serta berharap agar pemerintah dapat melihat sikon yakni penambahan kuota lebih banyak lagi demi menjamin kebutuhan masyarakat Sumba Barat Daya khususnya pemelihara ternak besar.”

“Pemerintah harus melihat sikon rakyat SBD saat ini. Kebutuhan masyarakat sangat banyak dan mendesak. Mereka punya kuda, tapi mau jual ke pasar lambat laku karena minim pembeli, mau jual ke pengusaha antar pulau juga dibatasi kuota. Kalau kuota hanya 200-300 per tahun, dan kuota terakhir 2026 ini sudah habis dengan 50 ekor CV HIJRAH hari ini kemudian ditambah kuota dari CV.PUTRA AERO, lalu bagaimana nasib peternak Loura, Kodi, Wewewa yang masih punya ribuan kuda?”

“Karena itu, kami desak Bupati SBD, Dinas Peternakan Provinsi NTT, dan Balai Karantina Kupang, agar tahun 2027 kuota ditambah lebih banyak lagi, minimal 700-800 kuota per pengusaha. Sehingga dapat menjamin kebutuhan masyaraka