Scroll Untuk Lanjut Membaca

​TAMBOLAKA, SBD, BTN – Dua tahun berlalu tanpa kejelasan, penanganan kasus dugaan pembunuhan Goris Bessu oleh Polres Sumba Barat Daya (SBD) dinilai mandek dan jalan di tempat. Kekecewaan mendalam ini ditumpahkan langsung oleh Gregorius Bessu, paman kandung korban, saat menggelar aksi demonstrasi bersama Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka St. Dominikus di Mapolres SBD, Senin (15/6/2026).

​Dalam orasi yang memekakkan telinga aparat, Gregorius secara gamblang mempertanyakan profesionalisme dan keseriusan polisi dalam mengusut tuntas misteri kematian keponakannya yang terjadi di perbatasan Desa Weepangali – Desa Lombu pada tahun 2024 silam.

​“Kasus anak saudara saya, almarhum Goris Bessu, sudah masuk dua tahun. Namun penanganannya seperti jalan di dalam kegelapan. Tidak ada titik terang sama sekali dari Aparat Penegak Hukum Polres SBD!” tegas Gregorius di hadapan massa aksi dan perwakilan Polres.

​Dari “Minta Doa” hingga Klaim “Kasus Sudah Gelap”

​Gregorius membeberkan sebuah ironi yang dinilai melukai rasa keadilan keluarga. Di awal kasus bergulir, pihak kepolisian sempat datang dengan narasi yang menenangkan, bahkan meminta keluarga menahan diri.

​Janji Awal Kepolisian: “Banyak berdoa agar kasusnya terang benderang diungkap, keluarga jangan buat reaksi apa-apa.”

​Realita Sekarang: Alih-alih memberikan kejelasan, polisi justru dinilai angkat tangan. “Kemudian, ironisnya, pihak kepolisian malah menyampaikan kalau kasusnya sudah gelap!” ungkap Gregorius dengan nada kesal dan penuh kekecewaan.

​Keluarga merasa dikelabui oleh janji-janji manis di awal investigasi. Padahal, seluruh petunjuk dan arahan aparat telah dipatuhi sepenuhnya oleh pihak keluarga selama bertahun-tahun.

​Bukti Sudah di Tangan, Mengapa Hukum Mandek?

​Kritik tajam terus dialamatkan kepada penyidik Polres SBD. Keluarga menilai tidak ada alasan bagi polisi untuk menunda-nunda penuntasan kasus ini, mengingat sejumlah barang bukti krusial dikabarkan telah disita oleh aparat sejak lama.

​Barang Bukti yang Sudah Disita:

​Jaket hitam milik terduga pelaku.

​Handphone (HP) milik terduga pelaku.

​“Kami hanya minta keadilan! Anak kami sudah meninggal secara tragis. Barang bukti jaket hitam dan HP terduga pelaku sudah di tangan polisi. Lalu apa lagi yang ditunggu? Jangan sampai hukum di SBD ini tumpul ke atas dan tumpul ke pelaku kejahatan!” cecar Gregorius di akhir orasinya.

​Aksi Damai yang Menyimpan Bara Kekecewaan

​Meskipun orasi menggelegar dan sarat akan kritik pedas, aksi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh PMKRI bersama keluarga korban ini berjalan dengan damai dan tertib. Massa membentangkan spanduk dan poster yang menuntut transparansi hukum dari Korps Bhayangkara.

​Merespons tekanan publik tersebut, perwakilan Polres SBD menemui massa aksi dan berjanji akan segera menindaklanjuti tuntutan serta aspirasi keluarga korban. Publik kini menunggu: apakah janji kali ini benar-benar akan membawa “terang”, atau kasus Goris Bessu akan selamanya dibiarkan “gelap” di laci meja penyidik?

​

Kabiro SBD: EMAN LEDU