Scroll Untuk Lanjut Membaca

Surabaya – berantastipikornews.co.id
Abner Uki Oktavian, 22, tega menghabisi ayahnya, M Saluki, 65, karena sakit hati. Pemuda itu kesal disalahkan karena permasalahan gadai mobil.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto mengatakan, tersangka Abner nekat menganiaya dan menghabisi korban karena kesal dan sakit hati. Sebab, sepanjang perjalanan selalu disalahkan gegara telah menggadaikan mobil ayahnya.

“Korban memarahi dan menyalahkan pelaku terkait masalah mobil yang telah digadaikannya. Nah, puncaknya pelaku tidak terima dan marah atas ucapan korban karena menyangkutpautkan dengan istri dan mertuanya,” ungkap Aris Purwanto, Rabu (9/4).

Sebelum dianiaya, pelaku bersama ayahnya berkeliling menggunakan sepeda motor Honda Scoopy pada Sabtu (5/4) sekitar pukul 00.30. Tersangka sudah memetakan lokasi, berkeliling dan membonceng korban. Di Jalan Darmo Permai yang sepi motor berhenti.

“Kemudian pelaku ini menggunakan tangan kanan, siku ke belakang kena dahi korban, akhirnya korban jatuh ke belakang mengenai aspal,” sebutnya.

Setelah sang ayah tersungkur, Abner kabur tancap gas sambil membawa tas korban. Kemudian memarkirkan kendaraan tersebut di sebuah pertokoan modern wilayah Karang Pilang.

Dokter Mustika yang melakukan otopsi mengatakan, hasil pemeriksaan dalam dan luar pada korban terdapat sejumlah luka di bagian kepala. Di sisi depan dahi, lalu kepala samping kanan, dan belakang kiri.

“Lalu sampai tulang kepala ada patah tulang kepala belakang dan bagian kepala depan, bahu sampai di tungkai. Kaki kiri luka lecet dan memar yang kerusakannya lapisan kulit,” terangnya.

Ia menyebut, hasil otopsi korban meninggal dunia karena lemas kekurangan oksigen. Selain itu, korban meninggal juga karena akibat kekerasan benda tumpul pada bagian kepala.

“Kami menemukan tanda mati lemas atau kekurangan oksigen. Kematian karena kekerasan tumpul pada kepala yang menyebabkan perdarahan dan patah tulang kepala belakang,” papar Mustika.

(Kaperwil Jatim – Mr Abu Nawas)