MALANG, BTN – Suasana dini hari di Kota Malang mencekam. Seorang mahasiswa asal Wanokaka, Sumba Barat, berinisial A, dilaporkan tewas setelah terlibat bentrok fisik yang pecah pada Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.
Insiden berdarah ini melibatkan dua kelompok mahasiswa yang diduga berasal dari wilayah berbeda di Pulau Sumba, yakni Sumba Barat dan Sumba Barat Daya (Kodi).
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media di lapangan, kerusuhan bermula dari sebuah acara syukuran yang digelar oleh kelompok mahasiswa asal Sumba Barat. Acara yang berlangsung hingga subuh tersebut diduga diwarnai konsumsi minuman keras.
Seorang saksi mata yang juga mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang mengungkapkan bahwa korban (A) berada dalam kondisi mabuk berat setelah acara tersebut.
“Setelah acara selesai, korban pulang ke kosnya. Namun, diduga karena pengaruh alkohol, korban membuat keributan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya,” ungkap saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kegaduhan tersebut memicu reaksi dari penghuni sekitar. Seorang mahasiswa asal Sumba Barat Daya (Kodi) mencoba menegur korban agar tidak membuat keributan. Namun, teguran tersebut tidak diterima dengan baik.
Bukannya mereda, korban justru memanggil rekan-rekannya dari kelompok Sumba Barat. Perselisihan verbal tersebut dengan cepat memanas menjadi bentrokan fisik antara kedua kelompok. Saling serang tak terhindarkan, hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Akibat bentrokan tersebut:
- Korban Tewas (Inisial A): Mahasiswa asal Sumba Barat ini dinyatakan meninggal dunia dan saat ini jenazahnya berada di RS UNISMA Malang.
- Korban Luka-Luka: Sebanyak empat mahasiswa asal Sumba Barat Daya dilaporkan mengalami luka serius di bagian tubuh dan tengah menjalani perawatan intensif di RS UMM Malang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan jumlah pelaku dan motif utama di balik kerusuhan ini. Suasana di sekitar lokasi kejadian terpantau mulai kondusif, namun aparat keamanan tetap berjaga untuk mengantisipasi adanya aksi balasan.
Masyarakat dan sesama rekan mahasiswa dihimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwajib.
Kabiro SBD: Eman Ledu + SPM
Editor: Erwin nayoan






