SUMBA BARAT DAYA – BTN 02/03/2026-Praktik dugaan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah di Pelabuhan Waikelo menjadi sorotan serius. Menanggapi laporan masyarakat terkait aktivitas ilegal tersebut, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Waikelo, Tonny E. Bokti, S.E., M.Hum, berkomitmen memperketat pengawasan dan melakukan pembenahan internal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kepada media ini, Tonny menyatakan apresiasinya atas laporan mengenai adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan perahu motor untuk menyelundupkan BBM. Ia mengakui bahwa pola “kucing-kucingan” sering dilakukan para pelaku untuk mengelabui petugas di lapangan.

​”Saya berterima kasih atas informasi ini. Saya akan segera instruksikan jajaran untuk lebih teliti dalam pengawasan. Memang terkadang ada pemain yang mencoba bermain ‘kucing-kucingan’ dengan petugas kami,” tegas Tonny.

​Selain memperketat jalur keluar-masuk kapal, Tonny memberikan peringatan keras kepada seluruh staf dan anggota UPP Waikelo. Ia menegaskan tidak akan menoleransi jika ditemukan ada anggotanya yang menjadi “beking” atau terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

​”Jika ada staf atau anggota yang terbukti ‘bermain’ dengan oknum penyelundup, saya pastikan akan ditindak tegas. Tindakan seperti ini sangat buruk, berdampak bahaya, dan merugikan institusi maupun masyarakat luas,” lanjutnya.

​Menanggapi tudingan bahwa Pelabuhan Waikelo kerap dijadikan “jalur tikus” bagi penyelundupan, pihak Syahbandar berjanji akan memberikan tekanan lebih kepada anggota di lapangan untuk memantau setiap aktivitas kapal secara intensif.

​Tonny juga mengajak peran aktif media dan masyarakat untuk membantu pihak pelabuhan dalam mengidentifikasi para pelaku di lapangan agar tindakan hukum yang tepat dapat segera diambil.

​”Saya berharap media terus memberikan informasi spesifik mengenai para pelaku, sehingga kami dapat mengambil langkah penindakan yang tepat dan akurat,” pungkasnya.

​Berantas Tipikor News Kabiro SBD: Eman Ledu