CIKAKAK, Sukabumi BTN 20 Januari 2026 – Ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, meluapkan kemarahan dalam aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Gunung Halimun, Senin (19/01). Aksi ini merupakan kulminasi dari kekecewaan mendalam rakyat terhadap rencana proyek pengeboran panas bumi (geothermal) yang dinilai dipaksakan tanpa transparansi dan mengabaikan keselamatan ruang hidup masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Proyek yang diklaim sebagai solusi energi bersih ini justru dimulai dengan cara yang kotor,minimnya keterbukaan informasi. Warga menuding Pemerintah Desa Sirnarasa telah bermain “kucing-kucingan” dalam mensosialisasikan proyek ini. Pengambilan keputusan sepihak tanpa melibatkan masyarakat secara utuh dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat desa.

​“Kami merasa dikhianati. Pihak desa seolah menutup-nutupi kesepakatan gelap dengan pihak luar tanpa menjelaskan risiko jangka panjang bagi lahan pertanian dan sumber air kami,” tegas salah satu orator di tengah kerumunan massa

​Penolakan warga bukan tanpa alasan. Gunung Halimun adalah jantung kehidupan bagi masyarakat Sirnarasa. Proyek geothermal yang membawa alat-alat berat dan aktivitas pengeboran masif dikhawatirkan akan.Mengancam ketersediaan air bersih untuk konsumsi harian dan irigasi.

Menggusur tanah produktif yang menjadi tumpuan ekonomi warga secara turun-temurun.Mengancam biodiversitas di kawasan lindung Gunung Halimun.

​Drama kian memuncak saat ratusan warga mendatangi Kantor Desa untuk meminta klarifikasi. Alih-alih menemui rakyatnya, Kepala Desa justru tidak berada di tempat dengan dalih menghadiri pertemuan di Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ketidakhadiran pemimpin desa di saat krisis ini dianggap warga sebagai bentuk pelarian dari tanggung jawab dan sikap pengecut dalam menghadapi aspirasi publik.

​”Bagaimana mungkin urusan di Dinas PU lebih penting daripada nasib ratusan warga yang tanahnya terancam? Ini membuktikan bahwa suara rakyat dianggap sampah di mata penguasa desa,” ujar perwakilan warga lainnya dengan nada pedas.

​Warga Desa Sirnarasa menegaskan bahwa aksi ini hanyalah permulaan. Mereka menuntut,​Penghentian total seluruh aktivitas proyek geothermal sebelum ada transparansi penuh.​Audit terbuka terhadap proses kesepakatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa.Pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan pengambilan keputusan secara jujur dan adil.

​Rakyat tidak akan mundur satu langkah pun. Gunung Halimun bukan sekedar komoditas energi,ia adalah warisan dan identitas. Jika Pemerintah Desa dan pihak terkait tetap bebal, maka gelombang perlawanan yang lebih besar dipastikan akan segera menyusul.

Tim Sukabumi