SUMBA BARAT DAYA, BTN — Kondisi infrastruktur jalan di jantung Ibu Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, kini memprihatinkan. Kerusakan jalan yang cukup parah di pusat kota tersebut memicu keluhan tajam dari warga karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta melumpuhkan efisiensi mobilitas harian masyarakat. Sabtu 15/08/2026
Pantauan di lapangan menunjukkan, salah satu titik kerusakan paling parah berada di jalur jalan Desa Kalena Wanno, Kecamatan Kota Tambolaka. Akses vital perkotaan ini dipenuhi lubang menganga, permukaan jalan yang mengelupas dan bergelombang, hingga menyisakan batuan lepas yang rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
Hasil investigasi mendalam yang dilakukan oleh Tim Media BerantasTipikorNews.co.id menemukan bahwa kerusakan tidak hanya melokalisir di satu titik. Sejumlah ruas jalan strategis lainnya di area lintas perkotaan Tambolaka turut mengalami degradasi kondisi yang sama parahnya tanpa ada tanda-tanda penanganan permanen.
Situasi kian memburuk setiap kali hujan deras mengguyur wilayah perkotaan. Genangan air keruh menutup lubang-lubang dalam di badan jalan, menjelmakan rute harian warga menjadi “jebakan betmen” yang sangat berisiko, terutama bagi para pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Masyarakat menilai pembiaran atas kerusakan fasilitas umum di pusat pemerintahan ini mencerminkan minimnya kepekaan Pemda. Padahal, keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus logistik daerah seharusnya menjadi prioritas utama pelayanan publik Pemkab Sumba Barat Daya.
”Ini adalah akses utama kota yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah, pedagang pasar, hingga kendaraan angkutan umum. Kalau kondisi ekstrem seperti ini terus dibiarkan tanpa tindakan nyata, Pemda seolah menunggu jatuh korban jiwa terlebih dahulu,” tegas salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi.
Kondisi ini tak pelak memantik gelombang kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat SBD. Warga mendesak Pemerintah Daerah dan jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat Daya—khususnya komisi yang membidangi infrastruktur dan pembangunan—untuk tidak tutup mata dan segera turun melakukan inspeksi lapangan.
”Kami meminta DPRD dan Pemda menunjukkan sepak terjang yang nyata, bukan sekedar janji manis. Lakukan penataan ruang kota secara komprehensif dan prioritaskan perbaikan jalan yang sudah sangat mendesak ini demi wajah Ibu Kota Tambolaka,” pangkas warga penuh nada kecewa.
Masyarakat menuntut agar intervensi yang dilakukan nantinya bukan sekedar proyek tambal sulam yang cepat rusak kembali saat musim hujan. Pembangunan ulang dengan standar kualitas arsitektur jalan perkotaan yang memadai menjadi harga mati agar infrastruktur pusat kota kembali aman dan layak dilalui.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumba Barat Daya maupun Komisi III DPRD SBD belum memberikan tanggapan resmi terkait alokasi anggaran maupun rencana teknis perbaikan jalan di Desa Kalena Wanno dan kawasan perkotaan Tambolaka lainnya.
Eman Ledu (Kabiro).






