Scroll Untuk Lanjut Membaca

SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Pembangunan Jembatan Garuda di Reti Ahu, Kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, bukan sekadar pembangunan fisik bagi masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut telah lama dinantikan warga karena selama ini akses mereka masih mengandalkan jalur yang melintasi kali, terutama ketika hendak menjalankan aktivitas sehari-hari. 22/09/2026

Kehadiran Jembatan Garuda kini membawa harapan baru bagi masyarakat. Warga berharap pembangunan tersebut dapat membuka akses yang lebih aman dan memudahkan mobilitas, khususnya bagi anak-anak sekolah yang selama ini menghadapi kendala ketika debit air meningkat pada musim hujan.

Salah seorang warga setempat yang ditemui tim Berantas Tipikor New mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut.

“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih karena sudah sekian lama kami menantikan jembatan ini. Selama ini kami harus lewat kali. Apalagi kalau musim hujan, anak-anak sekolah tidak bisa pergi ke sekolah karena air besar,” ungkap warga tersebut.

Menurut warga, kondisi tersebut selama ini menjadi persoalan tersendiri bagi masyarakat. Ketika hujan deras dan debit air meningkat, akses yang biasa digunakan warga menjadi sulit bahkan berpotensi membahayakan keselamatan.

Karena itu, pembangunan Jembatan Garuda dinilai bukan hanya berkaitan dengan kemudahan transportasi, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan aktivitas pendidikan, ekonomi dan sosial.

Warga juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya yang datang langsung melihat kondisi pembangunan jembatan tersebut.

“Terima kasih juga buat Pak Dandim 1601 Sumba Timur yang sudah datang melihat langsung kondisi jembatan kami,” ujar warga.

Sebelumnya, Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya didampingi Pasi Ter Kodim 1601/Sumba Timur Kapten Inf Samsiadi meninjau langsung pembangunan Jembatan Garuda pada Minggu (20/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus mengetahui kondisi faktual di lapangan.

Dandim menegaskan bahwa pembangunan jembatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang kelancaran transportasi dan aktivitas sehari-hari.

“Kami akan terus memantau perkembangan pembangunan ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Harapan warga kini sederhana: jembatan tersebut dapat segera dimanfaatkan dan dibangun dengan kualitas yang baik.

Sebab, bagi masyarakat Reti Ahu, keberadaan jembatan bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur ini berkaitan langsung dengan akses anak-anak menuju sekolah, mobilitas warga, serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, perhatian terhadap kualitas pekerjaan, keselamatan konstruksi, transparansi pelaksanaan dan manfaat jangka panjang menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan tersebut.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memastikan pembangunan Jembatan Garuda benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bagi warga yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan arus kali, terutama ketika musim hujan, jembatan ini bukan sekadar beton dan konstruksi.

Jembatan Garuda adalah harapan agar anak-anak mereka dapat bersekolah tanpa harus menunggu air surut dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terputus oleh kondisi alam.

Piter Kabiro, Sumba Timur