SUMBA TIMUR, NTT, BTN — Pergantian tiga pejabat strategis di jajaran Polres Sumba Timur bukan sekadar rotasi jabatan. Sertijab yang dipimpin Kapolres Sumba Timur AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Senin (21/9/2026), sekaligus membuka babak baru dalam pengelolaan keamanan dan pelayanan kepolisian di wilayah tersebut.
Tiga posisi yang berganti masing-masing Kabag Ops, Kapolsek Lewa, dan Kapolsek Rindi. Jabatan-jabatan ini memiliki peran penting dalam koordinasi operasional serta pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat kewilayahan.
AKP Erlan Yayat Supriyanta kini dipercaya sebagai Kabag Ops menggantikan AKP Bery Blegur Yusakh Nathaniel, S.H. Sementara AKP Bery mendapat penugasan sebagai Ps. Kasubbagyanduan Bidpropam Polda NTT.
Di tingkat Polsek, Ipda Marius Pajaru Himbir dipercaya memimpin Polsek Rindi setelah sebelumnya menjabat Kapolsek Lewa. Posisi Kapolsek Lewa selanjutnya ditempati Ipda Andi Darma Elim Sallata, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rote Selatan Polres Rote Ndao.
Sedangkan Iptu I Ketut Sumadha Yasa, yang sebelumnya memimpin Polsek Rindi, mendapat tugas baru sebagai Ps. Kasi Humas Polres Sumba Timur.
Pergantian pucuk pimpinan di tiga posisi tersebut tentu membawa konsekuensi terhadap pola kerja dan strategi kepolisian di lapangan.
Publik tidak hanya menunggu prosesi serah terima jabatan, tetapi juga ingin melihat langkah konkret pejabat baru dalam menjawab berbagai persoalan keamanan yang berkembang di Sumba Timur.
Kabag Ops akan menghadapi tantangan dalam memastikan koordinasi dan pengendalian operasional berjalan efektif. Sementara Kapolsek Lewa dan Kapolsek Rindi dituntut mampu membaca dinamika keamanan di wilayah masing-masing serta membangun komunikasi yang kuat dengan masyarakat.
Pertanyaan berikutnya menjadi penting: apa strategi baru yang akan diterapkan?
Apakah pergantian pejabat akan diikuti dengan penguatan patroli, respons cepat terhadap laporan masyarakat, peningkatan koordinasi antarfungsi, serta pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat?
Atau pergantian tersebut hanya akan menjadi rutinitas organisasi tanpa perubahan berarti di lapangan?
Jawabannya tentu berada pada kinerja pejabat baru setelah menjalankan tugasnya.
Momentum Sertijab menjadi titik awal bagi tiga pejabat baru untuk membuktikan kemampuan kepemimpinan masing-masing.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap rasa aman dan kepastian penanganan berbagai persoalan keamanan, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada jabatan yang diemban, tetapi pada sejauh mana kebijakan dan tindakan kepolisian benar-benar dirasakan masyarakat.
Kini, mata publik Sumba Timur tertuju pada tiga posisi strategis tersebut.
Kabag Ops, Kapolsek Lewa dan Kapolsek Rindi telah berganti. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pergantian itu membawa energi baru bagi keamanan Sumba Timur.
Piter Kabiro, Sumba Timur






