BUALEMO, BTN 14/08/2026- — Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, meminta dengan tegas pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bualemo untuk segera menindak dan mengaudit secara menyeluruh penggunaan barcode Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang mengatasnamakan petani di wilayah setempat.
Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya dugaan penyalahgunaan barcode BBM jenis solar yang sejatinya ditujukan untuk menopang ketahanan pangan serta operasional alat mesin pertanian (alsintan), namun justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu demi meraup keuntungan pribadi.
Irwanto mengkritik keras indikasi bahwa barcode subsidi pertanian kini hanya dijadikan “topeng bisnis” oleh pihak tak bertanggung jawab. BBM bersubsidi yang ditebus di SPBU Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, diduga kuat ditimbun lalu diperjualbelikan kembali di pasaran eceran dengan harga jauh di atas standar penetapan pemerintah.
”Saya minta dengan tegas agar pihak Polsek Bualemo bertindak dan menertibkan hal ini. Jika ada oknum yang memprotes terkait instruksi ini, silakan arahkan langsung ke saya, itu menjadi urusan saya. Pihak Polsek fokus menetralisir dan menindaki jika terdapat oknum yang mengatasnamakan petani,” tegas Irwanto Kulap dalam keterangannya kepada media ini, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan investigasi dan pemantauan di lapangan, praktik penyaluran solar bersubsidi di Kecamatan Bualemo disinyalir kuat telah melenceng jauh dari khittah dan tujuan utamanya. Program yang dirancang untuk meringankan beban para petani kecil di sawah kini diduga bergeser menjadi komoditas bisnis ilegal.
Sistem filterisasi dan verifikasi penerima barcode pertanian dinilai sangat rapuh serta minim pengawasan ketat dari instansi berwenang. Celah kelonggaran ini memicu kebocoran kuota BBM subsidi secara masif di tingkat tapak, sehingga distribusi tidak lagi tepat sasaran.
Temuan data di lapangan mengungkap fakta bahwa deretan penerima barcode justru dihuni oleh oknum masyarakat berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga mahasiswa. Padahal, secara teknis profesi-profesi tersebut tidak memiliki keterlibatan langsung dalam aktivitas pengolahan lahan pertanian produktif.
Ketimpangan distribusi semakin diperparah oleh indikasi pemonopolian barcode dalam satu kuintal rumah tangga. Dalam satu atap keluarga, ditemukan kepemilikan satu hingga tiga barcode sekaligus, sebuah anomali besar yang mempertegas adanya kebobrokan dalam proses validasi data dari hulu ke hilir.
Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa instrumen subsidi negara telah beralih fungsi menjadi sarana perburuan rente semata. Solar subsidi yang berhasil ditebus di SPBU bukannya masuk ke tangki traktor atau pompa air milik petani, melainkan ditampung untuk dijual eceran demi meraup keuntungan finansial personal.
Menanggapi carut-marut tata kelola distribusi ini, Dewan Redaksi Berantastipikornews.id, Rahmat Bakari, turut menyuarakan kecaman tajam. Ia mendesak Koordinator Pertanian Kecamatan Bualemo serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk segera melakukan pembaruan (update) dan audit faktual terhadap seluruh data penerima barcode guna menghentikan pembiaran data fiktif.
Secara terpisah, Pimpinan Umum, Hermanius Burunaung, melempar sorotan tajam pada mekanisme penebusan solar subsidi di SPBU. Menurutnya, ketiadaan verifikasi identitas fisik pemilik barcode secara ketat di lokasi pengisian menjadi celah utama yang terus dimanfaatkan oleh para spekulan bisnis.
”Penebusan BBM subsidi jenis solar dengan barcode pertanian harus diikat aturan tegas dan wajib dilakukan langsung oleh pemilik sah sesuai dokumen identitas. Tidak ada alasan legalitas untuk diwakilkan kepada orang lain, karena celah perwakilan inilah yang selama ini ditunggangi para spekulan,” tegas Hermanius.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KTNA, Salman Sulaiman, S.H., menegaskan bahwa penegakan hukum tanpa pandang bulu harus segera direalisasikan. Pihaknya mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Banggai dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh oknum yang terbukti menyalahgunakan hak-hak dasar petani dan nelayan di Kecamatan Bualemo
Redaksi






