Jakarta, Waikabubak, BTN – Kunjungan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, ke Pulau Sumba pada final Pacuan Kuda Bupati Cup tidak lagi dipandang sebagai agenda seremonial. Kehadiran pimpinan tertinggi KONI menjadi sinyal bahwa kesiapan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah cabang olahraga berkuda pacu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mulai memasuki tahap evaluasi di lapangan. 17/07/2026
Di tengah besarnya harapan masyarakat, kunjungan tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi kesiapan infrastruktur, standar keselamatan atlet, serta komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi persyaratan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.
Marciano Norman dijadwalkan meninjau langsung lintasan pacuan di Gelora Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat, bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, S.H., M.H. Peninjauan juga akan berlanjut ke Lapangan Pacuan Kuda Rihi Eti di Kabupaten Sumba Timur yang diproyeksikan menjadi salah satu venue utama PON 2028.
Tak hanya menilai kesiapan arena, aspek keselamatan atlet menjadi perhatian. Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Memanah, Triwatty Marciano, dijadwalkan menyerahkan 45 helm dan 45 body protector kepada para joki cilik di Sumba. Bantuan tersebut dinilai sebagai langkah awal membangun budaya keselamatan yang selama ini menjadi sorotan dalam olahraga pacuan kuda.
Namun, tantangan sesungguhnya tidak berhenti pada penyediaan perlengkapan keselamatan. Standar lintasan, fasilitas pendukung, layanan kesehatan, akomodasi atlet, hingga akses transportasi menjadi pekerjaan besar yang harus dipenuhi apabila Sumba ingin benar-benar layak menjadi tuan rumah cabang olahraga berkuda pacu pada PON 2028.
Kunjungan Ketua Umum KONI Pusat dipandang sebagai momentum penting untuk memastikan bahwa persiapan tidak hanya berhenti pada wacana dan seremoni. Publik akan menunggu langkah nyata seluruh pemangku kepentingan dalam menindaklanjuti hasil peninjauan di lapangan.
Bagi Nusa Tenggara Timur, keberhasilan menjadi tuan rumah bukan hanya soal prestise olahraga. PON 2028 dapat menjadi pengungkit investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, apabila persiapan berjalan lambat atau tidak memenuhi standar nasional, peluang besar tersebut dapat terancam.
Karena itu, kunjungan Ketua Umum KONI Pusat ke Sumba menjadi lebih dari sekadar menghadiri final pacuan kuda. Kunjungan ini merupakan awal dari proses pembuktian apakah Pulau Sumba benar-benar siap mengemban kepercayaan sebagai panggung olahraga nasional pada PON XXII Tahun 2028.






