BANGKAP, OLUSI – BTN 30/09/2026-Hak masyarakat Desa Olusi, Banggai Kepulauan, untuk mendapatkan akses air bersih yang layak dan higienis dinilai terabaikan akibat minimnya pengawasan serta perawatan rutin pada instalasi pipa air desa. Ketidaktegasan pengelola dalam menjaga kebersihan fasilitas umum tersebut berujung fatal ketika saluran pipa utama tersumbat oleh bangkai ular yang hancur dan membusuk di dalam aliran air.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kejadian ini terungkap setelah sejumlah warga mengeluhkan pasokan air yang mendadak mati total sejak hari sebelumnya. Salah seorang warga setempat, mengaku kaget saat memeriksa saluran air yang mati secara tiba-tiba ketika ia hendak mencuci pakaian. Setelah jaringan pipa diperiksa dan dibuka, ditemukan bangkai ular dalam kondisi perut pecah yang menyumbat aliran air.

​Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam karena air yang tercemar bangkai hewan pembusuk itu sempat mengalir dan dikonsumsi serta digunakan untuk kebutuhan harian warga tanpa mereka sadari. Ketiadaan kontrol berkala dari pihak pengelola pipa air desa dianggap sebagai pemicu utama masuknya satwa liar ke dalam sistem perpipaan tanpa ada penanganan dini.

​Proses evakuasi bangkai ular dari dalam pipa pun berjalan dramatis dan dipenuhi kendala. Ukuran diameter pipa yang relatif kecil membuat tubuh ular yang sudah hancur sulit dikeluarkan secara utuh. Mantan Sekretaris Desa Olusi, Daminggus, yang turun tangan membantu warga di lapangan, baru berhasil menarik bagian sisik luar ular tersebut.

​Meskipun sebagian sisik berhasil dikeluarkan dan aliran air kembali berjalan, kekhawatiran warga terhadap kualitas air tak lantas sirna. Sisa-sisa bagian tubuh ular yang masih terjebak di dalam pipa dinilai tetap berpotensi mencemari kualitas air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga.

​Skandal minimnya pemeliharaan infrastruktur dasar ini menyoroti lemahnya tanggung jawab manajemen pengelola air desa dalam menjamin keselamatan kesehatan warga. Masyarakat mendesak agar penanganan isu air bersih tidak hanya dilakukan secara insidental saat terjadi penyumbatan, melainkan melalui audit dan pembersihan secara berkala.

​Dampak kontaminasi air ini juga berpotensi memicu masalah kesehatan serius seperti infeksi pencernaan dan penyakit kulit. Para ahli kesehatan lingkungan menegaskan bahwa air yang terpapar bangkai busuk sangat tidak layak untuk digunakan dalam aktivitas domestik, apalagi untuk dikonsumsi.

​Hingga berita ini diturunkan, warga mendesak Pemerintah Desa Olusi serta instansi terkait di Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera mengambil langkah konkret dengan membongkar dan membersihkan total seluruh jaringan pipa yang terdampak. Langkah pembongkaran menyeluruh dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memastikan sisa bangkai terangkat sepenuhnya.

​Pihak redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Desa Olusi beserta pengelola fasilitas air bersih desa setempat untuk mendapatkan tanggapan resmi dan klarifikasi mengenai langkah pembenahan serta pertanggungjawaban atas insiden pencemaran air ini.

Jein