MANADO – BTN 07/01/2026-Tabir kepalsuan di balik proyek reklamasi pesisir Manado akhirnya tersingkap dengan cara yang paling menyakitkan. Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan rekaman visual yang memperlihatkan air laut dengan leluasa menjebol pertahanan dan merendam area basement Manado Town Square (Mantos). Fenomena ini bukan sekadar luapan air biasa, melainkan bukti nyata bahwa alam sedang “mengambil kembali” ruang yang selama ini dirampas oleh beton-beton rakus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan dengan narasi “Air laut so masuk dalam basemant Mantos”. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi para pengembang dan pemerintah yang selama ini menjamin bahwa reklamasi aman secara teknis. Fakta bahwa air laut bisa menembus jantung pusat perbelanjaan membuktikan bahwa rekayasa lingkungan yang dilakukan adalah proyek abal-abal yang mengabaikan daya dukung alam.

​Warga melalui komentar media sosial pun meluapkan kegeramannya.

​You Wollah secara tajam menyebut kejadian ini sebagai konsekuensi mutlak dari reklamasi pantai dan memperingatkan warga untuk mencari perlindungan dari dampak yang lebih buruk.

Femmy Rumengan menegaskan bahwa “Bom Waktu” yang ia khawatirkan sejak 20 tahun lalu kini telah meledak.

Suasana batin masyarakat yang terluka tercermin dari ungkapan Octofanus Gimon dan Neny Binilang Sarundaitan yang hanya bisa meratap melihat kondisi Manado saat ini.

Ironi terbesar terjadi di Manado Utara. Di saat dampak buruk reklamasi sudah terpampang nyata di depan mata,dengan banjir rob yang masuk hingga ke gedung-gedung,pemerintah justru seolah “tuli dan buta” dengan tetap mempertahankan izin penimbunan laut baru yang telah ditolak keras oleh masyarakat melalui demonstrasi sejak tahun lalu.

​Pemerintah dinilai lebih mementingkan upeti investasi daripada keselamatan nyawa warga. Jika gedung semegah Mantos saja bisa dijebol air laut, bagaimana dengan nasib pemukiman warga kecil di pesisir Manado Utara yang sebentar lagi akan dikepung beton reklamasi baru?

Memaksakan reklamasi di tengah krisis iklim dan bukti kegagalan infrastruktur saat ini bukan lagi sekedar kesalahan teknis, melainkan kejahatan ekologis yang disengaja

Kami mempertanyakan kredibilitas dokumen Amdal yang menjadi dasar keluarnya izin reklamasi di Manado Utara. Bagaimana mungkin izin terbit jika potensi bencana seperti yang terjadi di Mantos saat ini tidak mampu dimitigasi?

Masyarakat Manado Utara sudah muak dengan retorika pembangunan. Kami menuntut agar seluruh aktivitas penimbunan laut dihentikan seketika! Jangan tunggu sampai seluruh kota tenggelam baru otoritas terkait sibuk mencari kambing hitam pada “curah hujan” atau “faktor alam”. Laut hanya mengambil kembali haknya yang kalian rampas.

​Pemerintah harus memilih,Berdiri bersama rakyat yang terancam tenggelam, atau terus menjadi pelayan investor yang sedang menimbun bencana di bawah kaki kita semua.

​#PrayManado #TolakReklamasiManadoUtara #AlamBicara

Wapimred