​TOBELOMBANG, NUHON, BTN – Di saat lonceng gereja berhenti berdentang dan ibadah raya usai dilaksanakan, pelayanan sejati justru baru saja dimulai. Pada hari Kamis, 25 Desember 2025, jajaran Majelis Jemaat Maranatha Tobelombang melangkah keluar dari gedung gereja untuk menjumpai warga jemaat di kediaman mereka masing-masing dalam sebuah rangkaian perkunjungan kasih yang penuh khidmat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Kegiatan ini bukan sekedar menjalankan program kerja tahunan, melainkan sebuah misi “Menjemput Kasih” untuk memastikan bahwa setiap anggota jemaat—terutama mereka yang sedang dalam kelemahan tubuh, lanjut usia, maupun yang sedang bergumul dengan beban hidup—merasakan hangatnya pelukan keluarga besar Maranatha Tobelombang di hari kelahiran Sang Juru Selamat.

​Sepanjang hari kemarin, suasana haru dan bahagia menyelimuti setiap rumah yang dikunjungi. Di bawah atap-atap sederhana warga, para Majelis duduk sambil mendengar kisah perjuangan hidup jemaat, dan berbagi tawa tidak ada batasan antara pelayan dan yang dilayani; yang ada hanyalah persekutuan saudara seiman yang saling menguatkan.

​Momen paling menyentuh terasa saat doa dipanjatkan di setiap rumah. Majelis memohonkan berkat, kesembuhan, dan kekuatan baru bagi setiap keluarga. Doa-doa yang terucap tulus menjadi kado Natal paling berharga bagi jemaat, membawa kedamaian yang melampaui segala akal.

​”Natal adalah tentang kehadiran Tuhan di tengah manusia. Maka, kami hadir di sini untuk membawa kehadiran gereja sebagai rumah bagi semua orang. Kami ingin setiap jemaat tahu bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi badai kehidupan.

​Melalui perkunjungan ini, Majelis Jemaat Maranatha Tobelombang ingin menyampaikan pesan bahwa:

  • ​Setiap Jiwa Berharga: Gereja tidak hanya ada di dalam altar, tetapi hadir di setiap meja makan dan ruang tamu warga.
  • ​Kasih yang Bergerak: Pelayanan yang paling menyentuh adalah ketika kita mampu merendahkan hati untuk mendatangi dan mendengar.
  • ​Kesatuan dalam Iman: Perbedaan status sosial luruh dalam kehangatan persaudaraan Kristen yang murni.

​Kegiatan yang berakhir saat senja ini meninggalkan kesan mendalam. Bagi warga jemaat, kunjungan ini adalah bukti nyata bahwa kasih Tuhan tidak terbatas oleh dinding gereja, melainkan mengalir melalui ketulusan para pelayan-Nya yang mau mengetuk pintu dan memeluk hati jemaatnya.

​Editor : Erwin. Nayoan