LOURA, BTN — Di balik rimbunnya lereng bukit Kampung Adat Bondo Kapubbu, Desa Karuni, tersimpan sebuah keajaiban alam yang unik sekaligus sarat nilai historis: Batu Penyu. Meski memiliki potensi besar sebagai magnet baru pariwisata di Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya (SBD), situs ini seolah terlupakan dan luput dari perhatian pemerintah. 9/05/2026
Batu raksasa ini memiliki morfologi yang sangat ikonik. Jika dilihat dari sisi barat pantai, terutama saat air laut pasang, bongkahan batu tersebut tampak persis menyerupai tempurung penyu raksasa yang tengah bersandar di bibir pantai.
Bagi masyarakat lokal, Batu Penyu bukan sekadar formasi batuan alami. Situs ini diyakini sebagai warisan leluhur yang menyimpan cerita rakyat turun-temurun, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Kampung Bondo Kapubbu.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin (4/5/2026), kondisi destinasi ini masih sangat memprihatinkan. Belum ada akses jalan yang memadai, papan informasi sejarah, maupun fasilitas penunjang bagi wisatawan. Hingga saat ini, Batu Penyu bahkan belum masuk dalam agenda prioritas program Pemerintah Desa Karuni sebagai situs bersejarah.
Tokoh adat Bondo Kapubbu, Ngongo Rato, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pembiaran terhadap potensi wisata ini adalah kerugian besar bagi ekonomi kreatif desa.
Jika masyarakat dan pemerintah memberikan sedikit saja perhatian, lokasi ini bisa menjadi objek wisata bernilai jual tinggi. Wisatawan pasti tertarik melihat keunikan batu ini sekaligus mendengar sejarahnya,” ujar Ngongo Rato.
Masyarakat setempat mendesak Pemerintah Desa dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya untuk segera turun tangan melakukan pendataan serta pemetaan potensi. Pengabaian terhadap objek wisata potensial dinilai sebagai salah satu faktor yang menghambat kemajuan wilayah.
”Kami mengajak pemerintah untuk memantau langsung. Jangan sampai daerah kita tetap dalam keterpurukan hanya karena kita mengabaikan kekayaan alam yang ada di depan mata. Destinasi ini adalah nilai jual masa depan SBD,” tegas Ngongo Rato.






