BINSIL, BUALEMO –BTN 03/04/2026-Suasana di wilayah Klasis Bualemo mendadak berubah menjadi hening dan sakral pada Kamis malam (02/04/2026). Ratusan obor yang menyala di tangan jemaat menjadi saksi bisu digelarnya malam puncak prosesi dramatisasi Jalan Salib yang diselenggarakan oleh Jemaat Makedonia Binsil, Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB).
Kegiatan yang merupakan agenda besar tahunan ini bukan sekedar tradisi rutin, melainkan sebuah manifestasi iman yang mendalam bagi seluruh warga jemaat dalam menghayati pengorbanan Yesus Kristus menuju Bukit Golgota.
Dalam teologi kristiani, Jalan Salib merupakan refleksi atas kasih Allah yang tak terbatas bagi penebusan dosa manusia. Melalui prosesi ini, Jemaat Makedonia Binsil ingin menegaskan bahwa penderitaan yang dialami Kristus bukanlah sebuah kekalahan atau aib, melainkan puncak ketaatan kepada Bapa yang membawa kemenangan atas maut.
”Ini adalah momen bagi kita untuk menata kembali hati. Jalan Salib adalah cermin bagi setiap umat untuk bercermin pada dosa-dosa dan kelemahan kita, sekaligus bersyukur atas harapan akan kehidupan baru yang lahir dari kebangkitan-Nya,” ungkap salah satu panitia pelaksana di sela-sela kegiatan.
Visualisasi ini secara khusus dirancang agar umat di wilayah Klasis Bualemo dapat meresapi setiap detik kepedihan dan keteguhan hati Yesus secara nyata, sehingga iman yang dipegang bukan sekedar kata-kata, melainkan pengalaman batin yang menggetarkan.
Puncak dari kegiatan ini adalah prosesi teatrikal yang menempuh rute sepanjang kurang lebih satu kilometer. Fokus utama jemaat tertuju pada sosok Varel Amsir, pemuda berusia 19 tahun yang diberi tanggung jawab besar memerankan Yesus Kristus.
Dengan memikul salib kayu yang berat di bawah temaram obor, Varel tampil dengan penuh totalitas dan khidmat. Setiap fragmen, mulai dari pengadilan hingga detik-detik penyaliban, diperankan dengan sangat serius oleh seluruh pemeran. Suasana berubah menjadi sangat emosional ketika visualisasi penyiksaan dan penghinaan mulai diperagakan,tidak sedikit dari penonton dan jemaat yang berdiri di sepanjang jalan menitikkan air mata, terhanyut dalam suasana duka yang mencekam.
Keteguhan Varel dalam memerankan sosok Sang Juru Selamat hingga akhir prosesi mendapatkan apresiasi luar biasa karena mampu menghidupkan kembali narasi Alkitab ke depan mata jemaat secara dramatis.
Keberhasilan acara besar ini tidak terlepas dari persiapan matang yang dilakukan jauh-jauh hari. Awak media Berantastipikornews yang terus mengawal jalannya kegiatan melaporkan bahwa sejak tahap simulasi awal hingga malam puncak, situasi tetap kondusif. Meski dipadati oleh ribuan jemaat dan masyarakat umum, arus prosesi tetap tertib, aman, dan lancar.
Pdt. Reni Novianti Kunangka, S.Th., selaku Ketua Jemaat Makedonia Binsil, dalam sambutan penuh syukurnya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkorban waktu dan tenaga.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan pihak Kepolisian yang telah memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung. Tak lupa pula kepada bidang penerangan, dokumentasi, tim sound system, serta para penanggung jawab di setiap pos yang bekerja luar biasa di belakang layar,” tutur Pdt. Reni.
Beliau juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan ini adalah bukti nyata soliditas Jemaat GKLB Makedonia Binsil dan seluruh jemaat se-Klasis Bualemo. “Terima kasih untuk cinta dan dedikasi seluruh jemaat. Semoga melalui kegiatan ini, iman kita semakin bertumbuh dan kasih Kristus senantiasa menyinari langkah hidup kita semua,” tutupnya dengan nada haru.
Laporan: Tim Redaksi Berantastipikornews
Editor: Berantastipikor






