Waingapu, BTN — 19 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Kota Waingapu pada Minggu (19/7/2026) ketika ribuan umat Katolik Paroki Sang Penebus Wara mengikuti prosesi salib dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Gereja Katolik Sang Penebus Wara. Prosesi dimulai dari Dermaga Lama Waingapu menuju Gereja Sang Penebus Wara sebagai bentuk mengenang jejak awal masuknya iman Katolik di Pulau Sumba.
Perarakan diawali dengan doa bersama di Dermaga Lama Waingapu, lokasi yang memiliki nilai sejarah bagi Gereja Katolik di Sumba. Dari tempat inilah para misionaris Kongregasi Redemptoris (CSSR) dahulu menginjakkan kaki setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan kapal laut untuk mewartakan Injil di Tanah Marapu.
Dengan penuh khidmat, umat dari seluruh lingkungan dan stasi di Paroki Sang Penebus Wara mengarak salib serta ikon Bunda Maria sambil melantunkan doa dan nyanyian rohani sepanjang perjalanan menuju gereja. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Sang Penebus Wara, Pater Rano Nedi, CSSR, bersama para imam dan petugas liturgi.
Saat diwawancarai Media Brantas Tipikor News, Pater Rano Nedi, CSSR menjelaskan bahwa pemilihan Dermaga Lama Waingapu sebagai titik awal prosesi bukan tanpa alasan. Menurutnya, tempat tersebut menjadi simbol sejarah masuknya Gereja Katolik ke Pulau Sumba melalui karya para misionaris Redemptoris.
“Prosesi ini dimulai dari dermaga karena para imam Redemptoris pertama kali datang ke Sumba melalui jalur laut menggunakan kapal. Kami ingin mengenang kembali perjuangan mereka dalam menanamkan benih-benih iman Katolik di tanah ini. Karena itu, salib dan ikon Bunda Maria diarak dari Dermaga Lama menuju Gereja Sang Penebus sebagai lambang perjalanan sejarah Gereja di Sumba,” ujar Pater Rano Nedi.
Menurutnya, perayaan 75 tahun Gereja Sang Penebus Wara bukan sekedar mengenang usia sebuah gereja, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan iman yang telah diwariskan para misionaris kepada generasi sekarang.
Perayaan berlangsung dengan penuh sukacita dan semangat persaudaraan. Ribuan umat mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan tertib sebagai ungkapan syukur atas karya Allah yang terus menyertai perjalanan Gereja Katolik di Sumba selama tujuh setengah dekade.
Melalui peringatan HUT ke-75 ini, umat Katolik Paroki Sang Penebus Wara diharapkan semakin meneladani semangat pengabdian para misionaris Redemptoris yang rela meninggalkan tanah kelahirannya demi mewartakan Injil, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat Sumba.
Piter Kabiro, Sumba Timur






