SUMBA BARAT DAYA, BTN – 13/07/2026, Aksi pengeroyokan tragis yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pemuda bernama Nofry Kaka, warga Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, tewas mengenaskan setelah dikeroyok sekelompok massa saat hendak menagih utang pada Minggu dini hari (12/7/2026).
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Kampung Bikaha, Dusun 4, Desa Kahale, Kecamatan Kodi Balaghar, sekitar pukul 01.00 WITA. Kedatangan korban yang awalnya berniat baik untuk menyelesaikan persoalan piutang, justru disambut dengan tindakan anarkis yang berujung pada hilangnya nyawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian bermula ketika Nofry bertolak dari kediamannya pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Menggunakan kendaraan pribadinya, pemuda ini langsung menuju Kampung Bikaha dengan tujuan menemui salah seorang warga yang memiliki kewajiban utang kepadanya.
Namun, niat baik korban diduga telah diantisipasi secara negatif oleh pihak berutang. Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, orang tua dari pihak yang berutang disinyalir telah menyiapkan strategi matang untuk menyambut kedatangan korban demi menghindari kewajiban membayar utang.
Pihak keluarga berutang diduga sengaja mengumpulkan massa dalam jumlah banyak di lokasi kejadian sebelum korban tiba. Langkah ini disinyalir sebagai upaya provokasi massa, mengelabui situasi, sekaligus untuk menghindar dari kewajiban finansial yang ditagih oleh korban.
Untuk menyamarkan pergerakan, kumpulan massa tersebut awalnya berpura-pura berkumpul biasa layaknya warga yang sedang bersosialisasi. Mereka bahkan sempat mengadakan hiburan berupa permainan kartu gantung di sekitar area jalanan yang akan dilewati oleh korban saat masuk ke kampung.
Begitu Nofry Kaka tiba di tempat tujuan, atmosfer di lokasi langsung berubah drastis. Situasi yang awalnya terlihat tenang dan santai seketika tersulut emosi dan memanas, hingga memicu aksi pengeroyokan brutal bersenjata yang mengarah pada pembunuhan.
Korban yang datang seorang diri ke wilayah tersebut sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk membela diri atau melakukan perlawanan. Akibat hantaman bertubi-tubi dari massa yang beringas, nyawa Nofry Kaka akhirnya tidak dapat diselamatkan di tempat kejadian.
Mendapat laporan mengenai insiden berdarah ini, Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polres Sumba Barat Daya langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah mengamankan area, polisi dibantu warga mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa kembali ke rumah duka di Desa Dinjo.
Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim Polres SBD telah berhasil mengamankan satu orang yang diduga kuat sebagai salah satu pelaku utama. Kapolres SBD melalui Kasat Reskrim membenarkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan ini.
Kabiro SBD, Eman Kedua.






