Scroll Untuk Lanjut Membaca

​SUMBA BARAT DAYA, BTN – Momentum kelulusan anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal menuju pondasi pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut ditegaskan oleh perwakilan Komite Sekolah PAUD/SD Desa Karuni, Antonius Bili Dona, dalam acara perpisahan dan pelepasan siswa-siswi Kelompok Bermain (KB) Alfa dan Omega. 27/06/2026

​Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kegembiraan ini digelar di Dusun 4 Langata, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Kamis (26/06/2026). Mengusung tema yang inspiratif, “Belajar Hari Ini, Besok Jadi Bintang”, prosesi pelepasan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi angkatan muda didampingi oleh para guru dan orang tua.

​Dalam sambutannya, Antonius Bili Dona menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kepala PAUD serta seluruh jajaran guru KB Alfa dan Omega. Menurutnya, kesabaran dan kasih sayang para pendidik telah membawa perubahan karakter dan tumbuh kembang yang luar biasa bagi anak-anak di desa tersebut.

​”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bunda Guru. Kami sebagai orang tua menyaksikan sendiri perubahan besar pada anak-anak kami. Dari yang awalnya belum bisa apa-apa, sekarang mereka sudah pandai bernyanyi, berhitung, dan berani bersosialisasi. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras Bunda semua,” ujar Antonius hangat.

​Lebih lanjut, ia mengingatkan para orang tua bahwa kelulusan dari jenjang PAUD merupakan awal dari tanggung jawab baru yang lebih besar. Ketika anak-anak bersiap melangkah ke bangku Sekolah Dasar (SD), peran aktif orang tua di rumah justru menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan mereka selanjutnya.

​”PAUD ini adalah peletak pondasi dasar. Setelah ini, anak-anak kita akan memasuki jenjang SD. Perlu diingat, jika di rumah proses pendampingan ini tidak dilanjutkan oleh orang tua, maka pondasi karakter yang sudah dibangun dengan susah payah bisa runtuh,” tegas Antonius mengingatkan.

​Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua wali murid hingga tokoh adat, untuk bersinergi menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat. Salah satu tantangan terbesar yang ia soroti adalah ketergantungan generasi muda terhadap perangkat digital sejak usia dini.

​”Imbauan saya kepada Bapak dan Ibu sekalian, mari kita batasi anak-anak agar tidak bermain HP seharian penuh. Alihkan waktu mereka dengan kebiasaan membaca buku bersama, saling bercerita, dan melakukan permainan edukatif. Kita harus mengembalikan ruang bermain yang ramah anak,” ungkapnya.

​Antonius juga mengetuk hati para tokoh masyarakat dan pemuka adat setempat untuk ikut serta mengambil peran dalam mengawasi pergaulan anak-anak di lingkungan sekitar. Baginya, pendidikan anak usia dini merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama oleh seluruh warga kampung.

​Sebagai penutup, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi KB Alfa dan Omega yang tetap konsisten mengabdi di Dusun 4 Langata demi mencerdaskan anak bangsa. Acara pelepasan ini kemudian diakhiri dengan sesi penyerahan bingkisan apresiasi secara simbolis serta foto bersama yang penuh kehangatan antara guru, orang tua, dan seluruh wisudawan cilik.

​

Kabiro SBD: EMAN LEDU