SALAKAN,Bangkep BTN 12/04/2026– Dunia kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali tercoreng oleh insiden yang mengancam nyawa pasien. Pada Minggu dini hari (12/04/2026), sekitar pukul 03.00 WITA, plafon Ruang Perawatan Anggrek 2 di RSUD Trikora Salakan ambruk secara tragis. Peristiwa ini bukan sekedar kecelakaan teknis, melainkan sinyal kuat adanya bobroknya pengawasan dan kualitas proyek infrastruktur di daerah tersebut.
Di saat pasien tengah berjuang melawan sakit dan mencari kesembuhan, mereka justru harus berhadapan dengan material bangunan yang runtuh dari langit-langit. Reruntuhan plafon yang diduga menggunakan rangka baja ringan tersebut jatuh berserakan, nyaris mengenai pasien yang sedang terlelap.
Meski laporan sementara menyatakan tidak ada korban jiwa, namun trauma mendalam menghantui para pasien dan keluarga. Insiden ini membuktikan bahwa fasilitas publik yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi ancaman mematikan akibat kualitas pengerjaan yang patut dipertanyakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan material plafon yang terlepas tampak tidak mampu menahan beban atau terpasang dengan spesifikasi yang meragukan. Hal ini memicu kritik pedas dari berbagai kalangan. Masyarakat mulai mencurigai adanya praktik “sunat” anggaran atau penggunaan material sub-standar demi meraup keuntungan pribadi dalam proyek rehabilitasi gedung tersebut.
“Ini bukan bencana alam, ini adalah kelalaian! Bagaimana mungkin gedung rumah sakit yang dibiayai uang rakyat miliaran rupiah bisa ambruk plafonnya hanya dalam hitungan waktu singkat? Dimana fungsi pengawasan Dinas terkait dan konsultan pengawas saat proyek ini dikerjakan?” ujar salah satu aktivis kontrol sosial yang memantau kejadian tersebut.
Kritik juga datang dari warga net yang menyoroti ketidakcocokan material baja ringan jika diaplikasikan tanpa perhitungan matang di wilayah pesisir seperti Salakan, di mana tingkat korosi akibat uap garam sangat tinggi.
Berdasarkan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, media memiliki fungsi sebagai kontrol sosial. Berantastipikornews mendesak Inspektorat dan aparat penegak hukum (Tipikor) untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap proyek pembangunan atau pemeliharaan di RSUD Trikora Salakan.
Publik berhak mengetahui,”Siapa kontraktor pelaksana di balik pengerjaan ruang Anggrek 2?
Apakah spesifikasi material yang digunakan sesuai dengan kontrak (RAB)?
Mengapa hasil pekerjaan begitu rapuh hingga membahayakan keselamatan nyawa manusia
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Manajemen RSUD Trikora Salakan dan Dinas Kesehatan Banggai Kepulauan terkesan masih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai langkah pertanggungjawaban mereka. Sikap tertutup ini justru memperkuat dugaan adanya hal yang ditutup-tutupi terkait operasional dan pemeliharaan gedung.
Jangan sampai nyawa pasien menjadi tumbal dari keserakahan oknum-oknum yang bermain dalam proyek infrastruktur kesehatan. Berantastipikornews akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan perbaikan nyata, agar rumah sakit kembali menjadi tempat penyembuhan, bukan tempat menjemput maut.
Reporter; Jein Tim Investigasi Berantastipikor
Editor: Hermanius Burunaung






